Diajak Bikin Konten Video Lalu Diancam dan Dirayu untuk Ngamar

 Diajak Bikin Konten Video Lalu Diancam dan Dirayu untuk Ngamar

BANJARNEGARA – Satreskrim Polres Banjarnegara mengamankan seorang pemuda VIY (24) yang diduga menggagahi korban Bunga(17), nama samaran. Tersangka diamankan di rumahnya, Jumat (16/10).

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2018 lalu, pada saat kejadian VIY berumur 22 tahun dan Bunga berusia 15 tahun. Dalam menjalankan aksinya, pelaku melakukan bujuk rayu serta ancaman terhadap korban.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Donna Briadi, SIK menjelaskan kejadian ini bermula pada Sabtu (20/10/2018) sekitar jam tiga sore. Saat itu tersangka VIY bersama dua temannya mengajak Bunga membuat konten video di Komplek Balai Budaya Banjarnegara.

Setelah selesai membuat konten, korban lalu diajak tersangka bersama kedua temannya menuju Dermaga Waduk Mrica Bawang untuk membuat video lagi. Namun sesampainya di dermaga malah tidak jadi membuat video, hanya berputar-putar.

“Selanjutnya pukul 20.00 Wib dua orang teman tersangka pulang dan korban mengajak pulang juga, akan tetapi tersangka malah mengajak korban makan malam di Alun-alun Banjarnegara. Setelah itu korban diajak ke salah satu penginapan dengan alasan akan menemui teman dan mengantar kamera, sedangkan korban menunggu di parkiran,” jelasnya.

Setelah tersangka kembali ke parkiran, ia mengajak korban ikut masuk ke dalam kamar Wisma dengan alasan akan bertemu dengan temannya, setelah korban ikut masuk ke dalam kamar.

“Kemudian tersangka menyetubuhi korban dengan membujuk rayu serta melakukan ancaman terhadap korban, kemudian hari berikutnya Minggu (21/10/2018) tersangka melakukan lagi terhadap korban, setelah kejadian tersebut, korban melaporkan tersangka ke Polres Banjarnegara,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka patut diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) dan atau Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Jo Undang-Undang No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintan Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016.

“Yang bersangkutan diancam pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” lanjutnya. (drn/)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :