Alhamdulillah, Kasus Tumor di Banjarnegara Ditanggung Dana Pemerintah

 Alhamdulillah, Kasus Tumor di Banjarnegara Ditanggung Dana Pemerintah

MEMBAIK: Pasien bernama Ihwan kondisinya terusmembaik setelah tumor seberat 13 kg berhasil diangkat oleh Tim Bedah RS Islam Banjarnegara.

BANJARNEGARA – Dua kasus operasi pengangkatan tumor di Banjarnegara yang baru baru ini mencuat di Banjarnegara akhirnya dibiayai penuh oleh Pemkab Banjarnegara. Langkah cepat ini dilakukan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah kepada warganya.

“Ini menjadi tanggungjawab kami, kami tidak bisa membiarkan warga kami kesusahan, apalagi soal keselamatan dan kesehatan. APBD itu dari rakyat, maka kita kembalikan lagi kepada rakyat. Untuk dua kasus tumor ini kita selesaikan dengan APBD, dan ini tidak bisa ditunda,” kata Budhi Sarwono, Sabtu (13/6).

Seperti diketahui, dalam satu minggu ini ada dua orang yang dioperasi dengan diagnosa tumor intra abdomen atau tumor di dalam perut. Keduanya bernama Ihwan warga Wiramastra Kecamatan Bawang, dan Prihatini Dwi K perempuan kelahiran Banjarnegara yang sebelumnya terkatung-katung selama enam bulan di Pringsewu Lampung. Keduanya dijemput lembaga The Plegia dan RS Islam Banjarnegara.

Khusus Ihwan sudah dibiayai penuh, menyusul Prihatini. Sedangka Prihatini sempat ada masalah terkait administrasi kependudukan, karena yang bersangkutan masih tercatat sebagai warga Sukoharjo Lampung. Informasi yang diterima, kependudukan untuk Prihatini sudah tidak ada masalah untuk proses pembiayaan menggunakan APBD Banjarnegara.

Ada gerak cepat yang dilakukan Dindukcapil Banjarnegara dengan Dindukcapil di Lampung, terkait administrasi kependudukan tersebut. Rencananya, Senin (15/6) akan ada penyerahan administrasi kependudukan untuk keluarga Prihatini dan suaminya Habib.

Sementara Kepala Dinas Kesahatan Banjarnegara dr Ahmad Setiawan secara terpisah menyebutkan, dirinya berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu segala proses untuk kedua warga Banjarnegara tersebut. Dirinya secara terbuka siap bekerjasama dengan komunitas dan lembaga semacamnya untuk persoalan kesehatan.

“Kami terbuka dengan lembaga atau komunitas yang ada. Jika ada masalah jangan tunggu lama, kita bisa percepat misalkan pembiayaan dari pemerintah, donasi yang dikumpulkan komunitas itu bisa untuk biaya hidup,” sebut Ahmad.

Ahmad berharap, pertolongan kepada warga semacam ini didahului tertib dalam tata kelola administrasi. Jika satu hal tersebut sudah bagus, maka selanjutnya tidak akan ada masalah. Bagi Ahmad, saat ini sudah era keterbukaan, jadi ketika ada persoalan di luar, mska segera dikomunikasikan untuk penyelesainnya.

Sementara Habib (48) keluarga Prihatini menyatakan terimakasih kepada Pemkab Banjarnegara, RS Islam Banjarnegara, serta donatur dan pihak pihak yangbtelah membantu proses pengobatan istrinya. “Alhamdulillah, terimakasih sekali atas bantuan semua pihak yang telah membantu proses pengobatan mulai dari penjemputan di Lampung, proses operasi di RS Islam Banjarnegara, pembiayaan oleh Pemkab Banjarnegara, serta semua pihak yang lain,” katanya.

Sementara god father the plegia sekaligus Direktur RS Islam Banjarnegara Agus Ujianto yang sudah lama berkecimpung menjadi relawan nasional dan internasional mengatakan, bahwa sinergitas menolong itu kadang dibutuhkan gerak cepat kadang menyesuaikan keadaan, terutama biaya dan kesempatan.

“Kebetulan saja ini sudah terlalu lama tidak ditangani akhirnya sambil jalan sinergitas dibangun. Kita berharap semua masyarakat mulai tergerak dalam kesukarelawanan dimana mana, dan jika buntu biasanya karena ketidaktahuan. Ini tanggungjawab bersama. Tragedi dimasa covid ini semoga menjadi inspirasi semua lapisan masyarakat, bahwa kita harus brayan dalam segala hal semampu dan sesuai kompetensi kita,” katanya (ook)

Beri komentar :
Share ya :

Banyumas Ekspres

Selalu Ada yang Baru Setiap Hari

Artikel terkait :