Pemohon Jasa Poliklinik Polres Dicek Suhu Gunakan Helm Gatotkaca

 Pemohon Jasa Poliklinik Polres Dicek Suhu Gunakan Helm Gatotkaca

SUHU : Petugas di salah satu sudut Polres Banjarnegara menggunakan helm Gatotkaca Thermal inovasi karya Polres Banjarnegara dan RS Islam Banjarnegara.

BANJARNEGARA – Ada suasana yang berbeda pada ruang Poliklinik milik Polres Banjarnegara, pada masa pandemi covid 19 ini protokol kesehatan diterapkan secara terus menerus. Seluruh pemohon jasa Poliklinik Polres Banjarnegara dicek suhunya menggunakan Helm Gatotkaca Thermal (GTM), sebuah helm yang memiliki tekhnologi sensor suhu tubuh.

Untuk diketahui GTM ini merupakan karya warga Banjarnegara yaitu kolaborasi antara Rumah Sakit Islam Banjarmegara dan Polres Banjarnegara. Secara bentuk, helm yang dipakai petugas kepolisian ini mirip mahkota Gatotkaca dalam pewayangan, dilengkapi sensor suhu tubuh, yang terhubung dengan smartphone untuk membaca hasil pindai sensor suhu seseorang. Dari sensor tersebut terbaca berapa suhu tubuh orang yang dituju. Jarak idealnya 5 meter, namun bisa hingga 9 meter jaraknya.

Kapolres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Fahmi Arifrianto menyatakan, tujuan kolaborasi dengan RS Islam Banjarnegara dalam menciptakan helm Gatotkaca ini secara garis besar adalah menyelamatkan petugas kepolisian dan juga masyarakat.

“Anggota kepolisian sebagai petugas, dan masyarakat yang kita layani harus sama-sama selamat. Dengan kolaborasi dua instansi ini berusaha meminimalisir jarak kontak antar manusia di unit-unit pelayanan yang ada di Polres Banjarnegara,” kata Kapolres.

Fahmi menambahkan, penggunaan helm Gatotkaca ini bisa digunakan di seluruh unit di Polres mulai dari Urusan Kesehatan (Urkes), SIM, pembuatan SKCK, Unit Sabhara, dan unit lainnya. “Dengan alat tersebut sangat memudahkan pelayanan, keamanan, keselamatan juga kesehatan,” tambahnya.

Perwira Urusan Kesehatan (Paurkes) Polres Banjarnegara Aipda Suyamto mengatakan, dengan adanya helm Gatotkaca ini akan memudahkan pendeteksian terhadap orang dengan suhu tertentu. Jika dalam prosesnya ditemukan warga yang bersuhu di atas rata-rata maka segera dipisahkan, dan akan petugas lain yang menangani.

“Ini merupakan upaya preventif kami, alhamdulillah ada tekhnologi yang memudahkan. Kalau di lapangan ada yang bersuhu tinggi segera kita pisahkan untuk pemeriksaan selanjutnya, serta penanganan selanjutnya,” katanya. (*)

Beri komentar :
Share ya :

Banyumas Ekspres

Selalu Ada yang Baru Setiap Hari

Artikel terkait :