Stake Holder di Banjarnegara Komitmen Kendalikan Harga Obat

BANJARNEGARA – Polres Banjarnegara, Kejari, Apoteker dan Ahli Farmasi menandatangani komitmen bersama untuk mengendalikan harga dan stok obat di masa pandemi Covid-19 di Aula Klinik Hidayah Banjarnegara, Selasa (27/7). Sebelumnya, obat yang dijual melebihi HET karena dari hulu sudah di atas HET.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto mengatakan penandatanganan komitmen bersama dilakukan dalam rangka melaksanakan percepatan pengendalian dan pengawasan harga dan stok obat pada sarana kefarmasian berkaitan dengan pandemi Covid-19.

“Memastikan obat-obatan untuk penyembuhan pasien covid-19 tidak terjadi penimbunan dan kenaikan harga yang melebihi harga eceran tertinggi (HET),” ungkapnya.
Kapolres berharap dengan adanya komitmen bersama ini bisa mengendaikan harga dan stok obat terkait Covid-19.

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Banjarnegara Apt. Heny Setyo Tur Istanto, S.F mengatakan setelah pihaknya melakukan survei lapangan, ada obat yang dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET), contohnya Azithromycin. Namun hal ini tidak hanya terjadi di Banjarnegara. “Tapi itu memang dari hulu kita sudah dapat diatas HET, jadi mau ga mau memang kita menyesuaikan,” paparnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Banjarnegara Eko Andriyanto, Amd., Farm menjelaskan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI, HET untuk Azithromycin 500 mg tablet adalah Rp 1.700 per tablet. Sebelumnya, harga obat antibiotik terkait Covid-19 ini mencapai 13 ribu per tablet. Namun semenjak dilakukan sidak terhadap pedagang besar farmasi oleh instansi terkait, kini harga sudah wajar. (drn)

Beri komentar :
Share Yuk !