Banyumas Mulai Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka, Menyusul Hajatan dan Bisnis Hiburan

 Banyumas Mulai Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka, Menyusul Hajatan dan Bisnis Hiburan

Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein

BANYUMAS – Banyumas segera melakukan ujicoba pembelajaran tatap muka bagi siswa. Ini setelah mempertimbangkan angka reproduksi efektif covid 19 di bawah 1 persen.

Hal ini disampaikan Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein melalui media sosial. Ia mengatakan ada tiga sekolah yang akan diujicobakan pada pekan ini. Yaitu SMAN 3 Purwokerto, SMPN 6 Purwokerto dan SDN Panembangan Cilongok.

“Angka positivity di bawah 5 yaitu 3 persen di Banyumas dan angka reproduksi Covid hanya 0.91 persen. Dengan data empiris dan secara saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan, kami memberanikan diri untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka,” ujar Husein

Ia mengatakan pembelajaran tatap muka tetap akan memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat. Setiap hari akan dipantau perkembangannya. Jika berhasil secara bertahap akan diujicobakan ke banyak sekolah.

Selain itu, lanjut Bupati, Pemkab Banyumas mulai mengambil langkah-langkah pelonggaran agar ekonomi tumbuh dengan baik. Apalagi banyak masyarakat yang sudah paham tentang protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (3M) sudah banyak diterapkan.

“Untuk hajatan mulai diizinkan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun tetap harus ada izin hingga tingkat Polsek. Sedangkan untuk hajatan dengan tamu undangan mencapai 200 orang harus izin sampai tingkat kabupaten,” kata bupati.

Selain hajatan, bisnis hiburan juga dipertimbangkan untuk diizinkan buka. Seperti diketahui hampir tujuh bulan, industri hiburan di Banyumas terhenti total akibat adanya pandemi covid 19. Guna memulihkan kondisi ekonomi, para pekerja seni, termasuk pengelola hiburan dalam waktu dekat bisa menjalankan aktivitas bisnisnya.

Hal itu dikemukakan dr Budhi Setiawan selaku Ketua DPRD Banyumas, Jumat (16/10). Menurutnya pengelola hiburan memang perlu melakukan persiapan ekstra, misal menyemprotkan disinfektan ruangan secara rutin.

” Mau tidak mau sekarang harus selalu melakukan langkah dan antisipasi terhadap penyebaran virus, jadi pengelola juga perlu mempersiapkan segala keperluannya,” terang dr Budhi.

Pihaknya mengaku sebelumnya juga mendapat masukan termasuk aspirasi dari para pelaku industri hiburan.

Dengan kebijakan tersebut diharapkan kegiatan usaha bisa kembali berjalan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.( Saw)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :