Banyumas Segera Miliki Bus Berbasis BTS, Ditarget Februari Terealisasi

 Banyumas Segera Miliki Bus Berbasis BTS, Ditarget Februari Terealisasi

BERI KETERANGAN : Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI Budi Setiyadi bersama Wakil Bupati memberikan keterangan terkait bantuan Bus Buy The Service untuk Banyumas yang ditarget bisa realisasai tahun 2021.

BANYUMAS – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memberikan bantuan program operasional bus “Buy The Service” (BTS) kepada Pemkab Banyumas. Pogram BTS direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2021.

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono Rabu (14/10) seusai pendatangan nota kesepahaman program BTS antara Pemkab dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub di Pendopo Si Panji Purwokerto, mengatakan terkait bantuan tersebut pihaknya akan mendiskusikan dengan Ketua DPRD Kabupaten Banyumas. “Saya juga sudah hubungi beberapa perbankan, mereka siap untuk membantu membuatkan shelter-shelter,” kata Sadewo Tri Lastiono.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan pihaknya tengah melakukan survei terhadap enam koridor bus BTS tersebut. Tujuannya untuk memastikan apakah seluruhnya akan dibuka ataukah dipilih yang prioritas lebih dulu. “Tapi kalau enam koridor, mungkin cukup banyak ya,” katanya.

Menurutnya angkutan perkotaan melalui program bus BTS tersebut ditujukan untuk mendidik masyarakat agar meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum massal. Ini sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan. Melalui sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum juga akan menjadikan kualitas layanan angkutan umum akan naik. Sehingga layanan angkutan yang asal-asalan demi kejar setoran bisa dihilangkan.

Program “Buy The Service” sudah berjalan di lima kota besar. Antara lain Bali, Medan, Solo, Palembang. Menurutnya rata-rata bagus responnya.
Untuk Purwokerto rencananya ada enam koridor. Namun masih bisa ditinjau. Sebagian koridor mungkin bisa tidak hanya di Banyumas namun bisa juga ke Purbalingga dan Cilacap.

“Supaya bisa terkoneksi, dianggarkan dari pusat. Tahun 2020 senilai 250 miliar untuk lima kota besar. Tahun 2021 senilai 500 miliar untuk 10 kota, tambah 4 lagi, Bandung, Surabaya, Makasar dan Purwokerto. Anggaran untuk Purwokerto kisaran Rp 40 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan bus masih dihitung. Bali 125 bus di Solo 75. Di Purwokerto kurang lebih butuh 70-80 kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan ada enam koridor yang rencana dijalankan. Keenam koridor itu meliputi Purwokerto-Ajibarang, Patikraja-Baturraden, Purwokerto-Gunung Tugel-Banyumas, Terminal Banyumas-Sokaraja-Terminal Kebondalem, Terminal Tipe A Bulupitu-Terminal Kebondalem, dan Terminal Karanglewas-Terminal Kebondalem.

“Itu baru usulan kami. Tapi berdasarkan petunjuk Pak Dirjen (Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, red.) supaya ada aglomerasi,” katanya.

Keenam koridor tersebut saat ini sedang disurvei oleh tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk mengetahui tingkat kelayakannya, kebutuhan armada, taksiran jumlah penumpang. (saw)

SAMB: Februari 2021 Ditarget Realisasi

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :