Desa Pandak Gelar Pelatihan Penguatan Pangan dan UMKM

Kerjasama dengan UNAS Jakarta

BANYUMAS – Guna mewujudkan Desa Wisata yang mandiri, Pemerintah Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah menggandeng Universitas Nasional (UNAS Jakarta).

Kerja sama itu direalisasikan dalam bentuk pelatihan Keamanan Pangan dan penguatan pemberdayaan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang diikuti oleh 30 orang.

Pelatihan itu sendiri diselenggarakan di Balai Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabuapten Banyumas, hari Rabu 21 September 2022.

“Pelatihan ini sesuai dengan visi dan misi Kepala Desa yang tertuang dalam RPJMDes yaitu mewujudkan masyarakat Desa Pandak yang maju, mandiri, masyarakat sejahtera dan berahlak mulia,” kata Kepala Desa Pandak Bambang Rasito.

Rasito menjelaskan, untuk mencapai Desa Wisata yang mandiri itu, ada tahapan-tahapan harus dilalui antara lain menggali potensi-potensi yang dimiliki Desa tersebut seperti aspek budaya, aspek religi dan aspek lainnya.

Selain itu juga, kata Rasito, pihaknya juga menggandeng Perguruan Tinggi tidak hanya yang ada di Banyumas namun juga diluar Banyumas.

“Dalam rangka untuk menggerakan potensi Desa Wisata, ya kita ke ahlinya yaitu akademisi atau perguruan tinggi,” ujar Rasito.

Seperti diketahui Banyumas itu kota Pelajar dan apakah ada side effect kepada desa lingkungan atau tidak.

“Sehingga kami bisa menggandeng Perguruan Tinggi di Banyumas maupuan diluar Banyumas untuk bisa go nasioal,” pungkasnya.

Kenapa dibangun ketahanan pangan dan UMKM? Karena menurutnya, ketahanan pangan adalah kewajiban Kepala Desa dalam pengananan pasca Covid 19.

“Anggaran dana desa 20 persen wajib untuk kegiatan ketahanan pangan,” jelas Rasito.

Karena itu, kata Rasito, pihaknya menginventarisir semuah potensi terkait ketahanan pangan mulai dari industri rumah tangga, kerajinan, pertanian, dan perikanan.

“Kami undang semua, dianalisa dan dikaji oleh sebuah tim yang terdiri dari perguruan tinggi yakni Amikom, IT Telkom Purwokerto, Unsoed, UIN Saizu, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Universitas Nasional Jakarta,” imbuhnya.

Dengan mengundang semua Perguruan Tinggi tersebut, diharapkan perwujudan Desa Wisata di Pandak bisa maju dan sejahtera.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nasional (UNAS Jakarta) TH Bambang Pamungkas, M.I.Kom menambahkan kehadirannya di Desa Pandak untuk membantu memfasilitasi masyarakat Desa Pandak dalam mewujudkan mimpinya menjadi Desa Wisata yang mandiri.

“Kedatangan kami di Desa Pandak adalah bagian dari tugas seorang dosen yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM,” imbuhnya. (*)

Beri komentar :
Share Yuk !