Djoko Susanto Terpilih Sebagai Ketua Pokmas Lipas Jateng

Share Yuk !

Ketua DPC Peradi SAI Purwokerto, Djoko Susanto dalam forum Pokmas Lipas Kanwil Jateng di Semarang hari ini. (dok)

PURWOKERTO – Dinilai memiliki kiprah yang luas,ketua DPC Peradilan SAI Joko Susanto terpilih secara aklamasi sebagai ketua Pokmas Lipas Jawa Tengah.

Pokmas Lipas merupakan kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan yang menjadi mitra kerja pemasyarakatan baik perorangan maupun lembaga. Pokmas Lipas  memiliki kepedulian tinggi dan kesediaan berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan.

Berbagai program kerja ataupun kegiatan yang dilakukan, bertujuan untuk mengantarkan kembali warga binaan masyarakat dan memastikan bisa diterima dengan baik.

“Ini sebuah amanah buat saya, karena terpilih sebagai ketua Pokmas Lipas Jawa Tengah dalam forum Pokmas Lipas Kanwil Jateng yang berlangsung di Semarang.   ini tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Djoko
Kamis (10/6).

Terkait jabatan yang baru diembannya tersebut, Djoko menyampaikan, Pokmas Lipas bergerak di bidang membangun kemandirian, kepribadian, hukum, kemasyarakatan serta kepedulian. Sehingga diharapkan para anggota Pokmas Lipas merupakan sosok yang aktif, kreatif, respondif, akuntabel, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Landasan yuridis Pokmas Lipas antara lain PP nomor 57 tahun 1999 tentang Pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan, kemudian PP nomor 33  tahun 1999 tentang Partisipasi Masyarakat. Selain itu, Undang – Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Pelibatan Masyarakat untuk Pidana Alternatif bagi Kepentingan Terbaik Anak, serta UU nomor 12 tahun 1995 tentang Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemasyarakatan.

Lebih lanjut Djoko mengungkapkan, banyak program yang dilakukan Pokmas Lipas mulai dari pra adjudikasi hingga pasca adjudikasi. Misalnya dengan melakukan bantuan dan penyuluhan hukum, kemudian bantuan hukum dalam proses persidangan dan pendampingan selama persidangan, hingga program dukungan kemandirian yang meliputi bantuan modal, instruktur, produksi, penyaluran kerja dan lain-lain.

“Kita juga melakukan dukungan program kepribadian yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, keagamaan dan psikologi. Tentunya juga pendampingan, pembimbingan hingga pengawasan terhadap warga binaan yang sedang menjalani proses asimilasi ataupun integrasi,” terangnya. ( Saw)

Beri komentar :

Share Yuk !