Harlah ke 88 GP Ansor Gelar Seminar Hukum Cegah Radikalisme

Gus Lukman Beri Pesan Tegas : Tak Ada Kata Mundur Dalam Berjuang

PURWOKERTO – Memperingati Hari Lahir ( Harlah) ke 88 GP Ansor Banyumas menggelar Seminar Hukum di Pendopo Sipanji Banyumas pada Sabtu (18/6). Seminar Hukum yang juga sekaligus memperingati Harlah ke 5 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor itu mengambil tema ” Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi Dalam Perspektif NKRI”.

Hadir selaku Narasumber yaitu Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu SIK dan Prof Dr H Ridwan M Ag.

Dalam kesempatan tersebut Ketua GP Ansor Banyumas Gus Lukman mengatakan , sebagai kader tak ada langkah mundur dalam perjuangan.

Pihaknya juga berpesan ketika ada ancaman kepada para ulama, dan kepada jam’iyyah Nahdatul Ulama, maka GP Ansor menjadi garda terdepan.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan Isu agama paling sensitif, ketika negara terancam, jam’iyah terancam, ulama terancam, maka Ansor adalah garda terdepan.

Namun demikian dalam membela agama tidaklah secara membabi buta.

Pada kesempatan itu Gus Lukman juga menukil kisah dakwah Nabi Isa Alaihi Salam. ” Nabi Isa bertanya, siapa yang mau menolong Alloh, kaum nabi Isa menjawab Nahnu Ansorulloh, kamilah yang akan menolong agama alloh, ” terangnya.

Gus Lukman juga meminta kepada seluruh kader agar memahami radikalisme dan intoleransi yang ada masyarakat.

“Jika ada Anngota Banser dan NU kok suka like dan share yang dari luar NU, maka saya tegas kan itu haram, ” terangnya.

” Apalagi sampai bersentuhan atau berafiliasi dengan partai yang dekat dengan kelompok radikal intoleran itu haram,” Tegasnya.

Pihaknya juga berpesan agar seluruh kader tidak terjebak pada sifat sifat takabur dan tidak menyombongkan diri.

Sementara itu Sugeng Riyadi dari PC NU dalam sambutannya mengungkapkan, NU tidak diragukan lagi komitmen nya menjaga NKRI.

Para pendiri bangsa itu berasal dari beragam latar belakang, suku, budaya, tokoh, agama, hingga para ulama.

Piagam Jakarta adalah gentleman agreement dalam berbangsa dan bernegara. ” Maka kita Harus bersatu padu, visinya untuk membangun negara secara bersama untuk kemakmuran bangsa, ” terangnya.

Untuk itu segala macam gerakan radikalisme dan intoleransi harus dicegah. Butuh literasi kuat, agar semakin yakin dan kuat dalam menolak gerakan semacam itu.

“Jika aga anggota yang keblinger harus dirangkul supaya kembali. Dalam perbedaan itu carilah titik pertemuan. Kita menginginkan Indonesia selalu jaya untuk kemakmuran warganya, ” terangnya.

Eko Heru Suono selaku Kepala Kesbangpol yang mewakili Bupati Banyumas, menyampaikan negara selalu butuh dukungan bersama, negara punya sikap deteksi dini dalam pencegahan radikalisme.

Masyarakat Banyumas Ansor dan NU khususnya, dinilai selalu elegan dalam menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di Banyumas.

Dalam kesempatan seminar hukum tersebut, peserta dan berbagai elemen juga melakukan tanda tangan komitmen terkait pencegahan radikalisme dan intoleransi.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tanda tangan kerjasama antara GP Ansor dengan BPR BKK Purwokerto Utara terkait pengembangan sektor ekonomi dan UMKM.

Kegiatan Seminar Hukum tersebut juga dihadiri oleh sejumlah Ormas diantaranya Ormas Pemuda Pancasila, Pemuda Muhammadiyah, dan lainya.

Sementara itu ketua LBH Ansor Abrori SH mengatakan, pada rangkaian Harlah tersebut sebelumnya dilaksanakan giat dibidang ekonomi, kedepan juga dilaksanakan kemah bhakti.

Menurutnya LBH Ansor merupakan lembaga yang paling muda, namun perkembangannya cukup dinamis.

Hingga saat ini LBH Ansor, Sudah terbentuk di 75 kabupaten dan kota secara nasional. ( Saw)

Beri komentar :
Share Yuk !