Memasuki Pekan Ketiga Ramadhan, Pusat Perbelanjaan di Purwokerto Mulai Padat

MULAI PADAT: Pengunjung membawa barang belanjaan keluar dari pusat perbelanjaan di Kebondalem, Minggu (2/5) .

BANYUMAS-Memasuki pekan ketiga ramadhan, kepadatan di beberapa supermarket di Purwokerto mulai terjadi. Seperti yang terjadi di Supermarket yang ada di Kebondalem.

Berdasarkan pantauan, pada hari Minggu, meski masih pukul 15.00, lokasi parkir nyaris penuh. Memasuki supermarket itu, pada lantai dua yang dipenuhi baju. Orang-orang mulai memenuhi tempat itu. Melalui speaker, diingatkan untuk yang mengantri di kasir hanya perwakilan satu orang sedangkan keluarga yang lain menunggu di tempat lain.

Salah satu pengunjung, Daryanto warga Sokaraja, tampak sedang menunggu istri dan anaknya mencari baju. “Biasanya belanja baju mepet hari H. Mau Minggu depan takut padat banget. Jadi mending Minggu jni saja,” ujarnya.

Sementara di Mal terbesar di Purwokerto, terpantau di jam yang sama masih belum begitu terlihat padat. Jajaran Pemkab, sejak 20 April lalu, telah beberapa kali sidak ke pusat perbelanjaan yang ada di Purwokerto. Titik yang dipantau diantaranya di Komplek Rita Pasaraya Alun-alun, Sekitar Moro, Komplek Kebondalem, Pertokoan sekitar Unsoed dan Pertokoan di Sokaraja.

Bupati Banyumas Achmad Husein menanggapi soal pengawasan pusat keramaian pihaknya sudah melakukan beberapa kebijakan. Diantara adalah mengingatkan masyarakat secara terus menerus. Tracing juga akan pihaknya percepat dan perluasan. Selain tetap menjaga komorbid.

“Lah, normatif saja dan tlaten mengingatkan. Operasi-operasi kita tingkatkan. Walau saya paham masyarakat sudah jenuh,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Supangkat menanggapi adanya klaster salat tarawih, pusat keramaian masyarakat harus dipantau ketat. Ia khawatir, pusat keramaian seperti pertokoan, juga adanya aktivitas usaha seperti penjual takjil dadakan bisa berpotensi jadi klaster baru. Terlebih, jika tidak disiplin protokol kesehatan. “Bisa, satu titik saja jadi mambrah-mambrah. Sebaiknya pengawasan jadi lebih ketat lagi,” ucapnya.

Menurutnya pengawasan pusat keramaian masih perlu ditingkatkan lagi. Meski ia juga akui sulit untuk menerapkan protokol kesehatan di pusat keramaian. (mhd/aam)

Beri komentar :