Pandemi Bukan Berarti UMKM Terpuruk, Ada Peluang Bagi yang Bertransformasi ke Digital

BANYUMAS – Berbagai upaya dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertahan di masa Pandemi Covid 19. Bahkan banyak dari pelaku UMKM ini melihat peluang di masa adaptasi kebiasaan baru seperti saat ini. Makin familiar orang memegang gawai dalam kehidupan sehari-hari, dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di perkotaan ataupun desa untuk segera beralih ke digital. Bahkan beberapa dari pelaku UMKM ini omsetnya naik dengan memaksimalkan promo maupun penjualan di dunia maya.

Hal ini disampaikan oleh Nanang Wahidin Yusuf, Ketua Forum UMKM Online Kabupaten Kebumen saat diskusi terbatas secara daring bersama Banyumas Ekspres dan Kebumen Ekspres. Hadir pula pada diskusi ini Founder dan Marketing Spesialist Tas Prestige, Aep Nandi Setiawan dan Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kabupaten Purbalingga, Sukman Ibrahim yang juga sekaligus anggota Komunitas UMKM Lumbung Digital Desa Dagan, Purbalingga.

“Selama pandemi UMKM juga melakukan adaptasi dari segi promosi maupun metode penjualan. Adanya pembatasan-pembatasan untuk penerapan protokol kesehatan. Salah satunya jaga jarak, membuat kecenderungan konsumen untuk belanja secara online. Menyikapi ini banyak UMKM yang tadinya berjualan langsung sekarang berjualan secara online,” kata Nanang

Ia mengatakan  Forum UMKM Online, juga membuat kelas-kelas pembelajaran. Seperti bagaimana cara mengoptimalisasi Instagram, Facebook untuk promosi dan berjualan. Selain itu juga membuka kelas bagaimana cara membuat foto dengan sudut pandang yang baik untuk dipromosikan via online, bahasa promo yang singkat dan menarik. “Alhamdulillah, Pemkab Kebumen juga mendukung berbagai pelatihan secara virtual bagi UMKM yang beradaptasi ke online,” kata dia

Pada masa pendemi ini, lanjut dia UMKM yang biasanya menjual produk tersier semisal aksesoris maupun fashion juga mengurangi jumlah produksinya dan mengalihkannya untuk produksi barang-barang yang lebih dibutuhkan masyarakat. Semisal masker atau APD. “Pada awal masa pendemi memang banyak UMKM yang omsetnya jatuh. Namun kita melakukan silaturahmi dan saling belajar bagaimana cara berjualan secara online termasuk mengoptimalkan media sosial. Perlahan mulai bangkit. Bahkan ada yang omsetnya naik drastis. Ada yang sampai 400 persen,” kata dia.

Masyarakat Lebih Familiar dengan Gawai

Aep Nandi Setiawan mengatakan adaptasi kebiasaan baru justru bisa menjadi peluang bagi UMKM. Masyarakat di kota maupun di desa lebih familiar dengan gawai. Ini tinggal merubah strategi promo dan memaksmalkan media sosial. ” Di masa pandemi ini, justru menjadi momentum agar UMKM bangkit melakukan transformasi digital. Yang harus dilakukan lanjutnya adlah melakukan strategi, baik dari sisi marketing, inovasi produk dan strategi promisi,” ujar dia.

Ia mengatakan saat ini harga iklan promo di media sosial juga naik. Menurutnya ini menandakan bahwa banyak orang yang sadar untuk berjualan di internet. “Kami mengangarkan untuk promo di medsos berbayar, setidaknya hasilnya efektif,” kata dia.

Bisa Akses Pelatihan dari Dana Desa

Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kabupaten Purbalingga, Sukman Ibrahim memaparkan tentang Transformasi UMKM Desa Berbasis SDGs (Sustainable Development Goals) atau pembangunan berkelanjutan

Menurutnya perkembangan UMKM di desa belum merata, salah satunya terkendala jaringan internet. Namun demikan UMKM di desa sebenarnya sudah ada payung hukum untuk mengakses produk atau biaya pemerintah untuk pengembangan mereka. Salah satunya melalui dana desa. Sebab dalam program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, penggunaan dana desa di 2021 salah satunya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif.

Pengembangan usaha ekonomi produktif ini, lanjut Sukman dalam bentuk akses pengembangan produk UMKM, fasilitasi peningkatan ketrampilan teknologi dan informasi, pembentukan laboratorium UMKM desa, aplikasi pemasaran digital dan dukungan berkelanjutan UMKM desa. “Silahkan komunikasikan dengan pemerintah desa. Saatnya perlu sinergi dan komunikasi yang baik antara UMKM dan pemerintah desa. Sudah ada payung hukumnya,” kata dia

Ia memberi contoh di Desa Dagan,  sudah melakukan pelatihan untuk UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi ataupun pemasaran digital.  “Nanti pelatihan tersebut tidak mandeg namun sesuai dengan SDGS akan berkelanjutan,” kata dia. (tom)

 

 67 total views,  2 views today

Beri komentar :