Ribuan Rumah Terrendam dan Ratusan Warga Mengungsi

 Ribuan Rumah Terrendam dan Ratusan Warga Mengungsi

BANJIR: Foto udara penampakan banjir yang terjadi di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Banyumas, Kamis (29/10). (istimewa)

BANYUMAS– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Banyumas dan Cilacap menyebabkan sejumlah wilayah terrendam banjir. Untuk di Banyumas, air menggenang di Kebasen, Kemranjen, dan Sumpyuh. Sedangkan di Cilacap banjir terjadi di wilayah Kroya, Maos, Sampang dan Nusawungu.

Dari data yang dihimpun Banyumas Ekspres, dilaporkan ribuan rumah dari dua kabupaten tersebut terendam banjir dan ratusan warga telah mengungsi di tempat aman.

Komandan Tanggap Bencana (TAGANA) Banyumas Adi Chandra mengungkapkan, di Kebasen air menggenang di RT 01 RW 03 ada 32 rumah, RT 02 RW 03 ada 33 rumah, dan di RT 03 RW 03 ada 35 Rumah.

Genangan air setinggi 30 – 40 cm di rumah warga membuat pakaian, alat tulis, kasur dan peralatan dapur serta benda elektronik lainnya terrendam. Bahkan ada gabah dan kedelai hasil pertanian warga ikut terrendam.

Salain faktor hujan lebat, menurut warga juga menyampaikan ada faktor lain. Tanggul permanen bronjong yang melintang di Sungai Lebeng yang berfungsi sebagai penahan sampah / lumpur memiliki saluran pembuangan air terlalu kecil, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar, yang kemudian melipas ke perumahan warga.

Di Kecamatan Kemranjen dan Sumpiuh, banjir setinggi satu meter merendam ratusan rumah.

Komandan TAGANA Banyumas Adi Chandra mengevakuasi warga terdampak banjir di Kebasen, Banyumas.
Komandan TAGANA Banyumas Adi Chandra mengevakuasi warga terdampak banjir di Kebasen, Banyumas.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Titik Puji Astuti mengatakan banjir terbesar diantaranya merendam Desa Kedungpring, Kecila, dan Sirau.

“Akibat banjir tersebut, sebagian warga terpaksa diungsikan ke tempat aman,” katanya, Kamis (29/10).

Sementara untuk wilayah Sumpiuh, tanggul Sungai Kali angin Grumbul Karet Rt 3/4 Kelurahan Sumpiuh jebol, sehingga menyebabkan banjir di wilayah tersebut, Rabu (2810) malam.

Babinsa setempat, Koptu Hendro Setiadi mengatakan, hujan deras mengakibatkan debit air sangat besar, sehingga tanggul Sungai Kali Angin tidak kuat menahan dan jebol.

“Sebagian kondisi tanggul Kali Angin yang belum dirabat beton di wilayah Grumbul Karet Kelurahan Sumpiuh masih rawan jebol jika hujan besar terus menerus,” katanya.

Sementara itu di Kabupaten Cilacap, hujan lebat yang turun di wilayah Cilacap Timur telah menyebabkan banjir di wilayah Kroya, Maos, Sampang dan Nusawungu.

“Namun, hanya di wilayah Kroya yang terjadi pengungsian, karena banjir merendam rumah warga di lima desa yaitu Desa Mujur Lor, Mujur, Gentasari, Kedawung dan Sikampuh akibat meluapnya sungai Tipar. Sedangkan banjir di wilayah Maos, Sampang dan Nusawungu merendam lahan pertanian,” kata Tri Komara, Kamis (29/10) sore.

EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet.
EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet.

Disebutkan, di Desa Mujur jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 882 rumah, yang mengungsi sebanyak lima kepala keluarga (KK) di MI Muhammadiyah Desa Mujur. Kemudian Desa Mujur Lor, rumah yang terdampak sebanyak 685 rumah dengan jumlah pengungsi sebanyak 165 jiwa mengungsi di MI Desa Mujur Lor.

“Di Desa Gentasari rumah yang terdampak banjir sebanyak 600, sementara warga yang mengungsi sebanyak 306 jiwa. Mereka mengungsi ke MI Muhammadiyah setempat,” ungkapnya.

Berikutnya, lanjut Tri Komara, banjir di Desa Kedawung merendam 51 rumah sementara pengungsi 30 KK dengan 120 jiwa. Sedangkan banjir di Sikampuh sejauh ini hanya merendam lahan pertanian disebabkan klep pintu air tidak berfungsi akibat tertutup sampah.

“Sampai saat ini dampak banjir di wilayah Kroya merendam rumah 2.218 KK dengan 5.673 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi keseluruhan sebanyak 613 jiwa,” rincinya.

Menurutnya, proses evakuasi pengungsi terdampak banjir dilakukan oleh BPDP bersama Basarnas dibantu TNI dan Polri serta relawan dengan menggunakan perahu karet.

Tri menambahkan, di tempat pengungsian itu didirikan posko dan dapur umum, untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.

“Ada tiga lokasi dapur umum yang didirikan untuk memenuhi makan para pengungsi. Dua diantaranya mobil dapur umum milik Dinsos di Desa Gentasari dan BPBD di Mujur Lor. Sedangkan di Desa Mujur, dapur umum PKK bersama MDMC,” imbuhnya.

Sementara itu Camat Nusawungu Agus Supriyono, hujan lebat sejak Rabu hingga Kamis pagi menyebabkan aliran Sungai Gatel dan Sungai Bodo meluap. Akibatnya limpasan merendam tiga Desa yakni Klumprit, Banjareja dan Kedungbenda.

“Ini banjir tahunan terutama musim penghujan akibat aliran sungai Gatel dan Sungai Bodo meluap. Namun sebagian besar banjir merendam lahan pertanian yang baru memulai mengolah tanah. Rumah warga yang terendam banjir masih diinventarisir,” katanya.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Cilacap, Rendy Kurniawan mengatakan, BMKG melalui peringatan dininya, Kabupaten Cilacap, Banyumas dan Kebumen masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. (saw/gin/mas)

Beri komentar :
Share ya :

Anas Masruri

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :