Sentra Halal UMP Siap Wujudkan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat

PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS). Pada Sabtu, 18 Mei 2024, UMP bekerjasama dengan Bank Indonesia mengadakan kegiatan Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) sebagai bagian dari rangkaian pembentukan Zona KHAS di Kabupaten Banyumas.

Alnopri Hadi, Manager Unit Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan Zona KHAS di wilayah Banyumas.

“Zona KHAS adalah area yang telah ditetapkan di lokasi strategis, berhubungan dengan kuliner yang memenuhi kaidah halal, aman, dan sehat serta dikelola secara profesional,” katanya.

Zona KHAS menjadi prioritas program Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), sesuai dengan arahan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin. Program ini mendukung implementasi Undang-Undang No.33 Tahun 2014 yang mewajibkan semua produk pangan bersertifikat halal paling lambat Oktober 2024. Selain itu, Zona KHAS mendukung perlindungan konsumen dan gaya hidup halal.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari rapat yang diadakan pada awal Mei bersama Dinas Kesehatan, Dinas koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPMPTSP, Satgas Halal Kemenag, Masnyarakat Ekonomi Syariah, seluruh Halal Centre di wilayah Eks Karesidenan Banyumas, dan KDEKS Jawa Tengah. Dari rapat tersebut, disimpulkan bahwa enam lokasi kuliner potensial akan dijadikan Zona KHAS, termasuk kantin di beberapa universitas dan kawasan kuliner di Banyumas.

Ketua Lembaga Sentra Halal UMP, Dr. apt. Diniatik, M.Sc., menegaskan bahwa Sentra Halal UMP siap mewujudkan kuliner yang halal, aman, dan sehat.

“Kantin dan street food di UMP sudah dalam proses bersertifikat halal sejak 2022. Rapat dengan BI pada 19 April 2024 menetapkan UMP sebagai salah satu lokasi yang akan menjadi Zona KHAS,” ujarnya.

Pelatihan keamanan pangan ini merupakan langkah penting untuk melengkapi sertifikasi kesehatan bagi UMKM yang sebagian besar sudah memiliki sertifikat halal.

“Alhamdulillah, peserta pelatihan yang terdiri dari UMKM, tenaga pengajar, dan pihak terkait lainnya sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” tambah Dr. Diniatik.

Dijelaskan, pembentukan Zona KHAS di Kabupaten Banyumas diharapkan dapat menjadi model yang dapat diimplementasikan di wilayah lain. Melalui inisiatif ini, UMP berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kuliner yang halal, aman, dan sehat, serta memperkuat hubungan kerjasama internasional dalam bidang pengabdian masyarakat.

“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait, UMP optimis dapat mewujudkan Zona KHAS di Banyumas sesuai target pada tahun 2024. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas kuliner lokal, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor UMKM yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (*/tgr)

Beri komentar :
Share Yuk !