Tega Membunuh Karena Tak Sanggup Tebus Gadai Mobil Rental

PURWOKERTO – Satreskrim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan korban pedagang sayur, Puji Marseno (27), warga Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Korban yang berdomisili di Desa Kalibenda, Kecamatan Ajibarang ini mayatnya dibuang di bawah jembatan Sungai Mbawang, Desa Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Pelakunya adalah Hartoyo (36), warga Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Wakapolresta Banyumas Kompol Davis Busin Siswara motif pembunuhan ini karena tersangka tidak mampu menebus mobil rental yang digadaikan kepada korbannya. Sementara pelaku sudah diburu-buru oleh pemilik mobil rental. “Motifnya, pelaku yang menggadaikan mobil kepada korban ingin mengambil lagi mobil yang digadaikan tapi uang untuk tebusannya belum cukup,” katanya.

Ia mengatakan Hartoyo menggadaikan mobil rental kepada Puji sebesar Rp 25 juta. Saat hendak mengambil baru terbayar sebesar Rp 2 juta sehingga istri Puji tidak mengizinkan Hartoyo untuk membawa mobil tersebut.

Pelaku Pembunuhan Pedagang Sayur Tertangkap

Hartoyo selanjutnya berusaha mencari pinjaman untuk menebus mobil tersebut karena pemiliknya minta agar mobilnya segera dikembalikan. Akan tetapi dia tidak berhasil mendapatkan pinjaman sehingga dia kembali mendatangi rumah korban dan mengatakan jika mobil tersebut akan digunakan untuk acara keluarga.

Istri korban Iroh, akhirnya mengizinkan Hartoyo membawa mobil tersebut asalkan suaminya ikut serta. Oleh karena panik karena pemilik mobil rental itu minta agar mobilnya segera dikembalikan, pelaku akhirnya menyetujui permintaan istri korban dan merencanakan pembunuhan itu dengan seutas kabel audio yang telah disiapkan di dalam tas.

Lebih lanjut, Wakapolresta mengatakan pembunuhan dilakukan di wilayah Kecamatan Jatilawang pada hari Jumat (22/11). “Korban dan pelaku pergi dari rumah korban sekitar pukul 17.00,” kata dia

Hartoyo awalnya berada di depan bersama Puji. Pengendara mobil itu adalah Puji. Ketika berniat untuk membunuh, Hartoyo bergeser ke posisi tengah. Saat duduk di posisi tengah ini, Hartoyo langsung mengambil kabel audio yang sudah disiapkan lalu menjerat leher Puji.

Setelah korban dipastikan tidak berdaya, pelaku memindahkan tubuhnya ke belakang tempat duduk tengah dan selanjutnya pelaku yang mengendarai mobil. “Awalnya tersangka berputar-putar untuk membuang jasad korban,”jelas Davis.

Menurut dia, jasad korban selanjutnya dibuang oleh pelaku di bawah jembatan Sungai Mbawang, Grumbul Karangpundung, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, pada Jumat (22/11) malam, hingga akhirnya ditemukan oleh warga pada Sabtu (23/11) pagi. Tersangka lalu ditangkap di Bumiayu saat hendakk pulang ke rumanya. “Tersangka sempat kabur di Jakarta, dan kami tangkap saat hendak pulang ke rumahnya.” jelasnya.

Terkait dengan kasus pembunuhan berencana tersebut, Wakapolres mengatakan pelaku bakal dijerat Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana subsider Pasal 338 KUHP atau kedua Pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara.

Saat ditanya wartawan, HY mengaku melakukan pembunuhan itu karena panik ditelepon terus oleh pemilik mobil rental tersebut.

“Yang punya mobil rental telepon terus. Mobil rental itu saya gadaikan sebesar Rp25 juta,” katanya.

Menurut dia, pembunuhan itu dilakukan agar bisa membawa mobil yang digadaikan kepada korban untuk dikembalikan ke pemiliknya. Ia mengaku menggadaikan mobil rental untuk keperluan membayar utang. “Sudah tiga kali menggadaikan mobil rental,” terangnya. (ali)

Beri komentar :
Share Yuk !