Tengkulak Gabah Spekulasi Harga

GILING : Dua orang melakukan aktivitas penggilingan padi.

TAMBAK-Pedagang gabah di wilayah Kecamatan Tambak masih mengandalkan spekulasi harga beli gabah dari petani. Menyusul memasuki masa panen musim tanam satu penghujan atau rendeng.
“Belum ada patokan harga untuk gabah baru panen musim rendeng ini. Masih bingung mau memberi harga berapa ke petani. Jadi, untuk sementara waktu spekulasi dulu,” tutur pedagang gabah Mungin Abror, Jumat (19/2).


Pada minggu ini, pedagang gabah menawarkan harga gabah ke petani kisaran Rp 430 ribu sampai Rp 440 ribu untuk satu kuintal. Mungin menuturkan harga tersebut dinilai terlalu murah oleh petani.


Sementara itu, pedagang gabah atau tengkulak belum berani memberi harga di atas nominal tersebut. Sebab, dikhawatirkan rugi. Lantaran belum terdapat kepastian perkembangan harga beras untuk panen baru.


Sehingga, untuk patokan harga panen baru masih menunggu beberapa pihak terkait. Diantaranya juragan beras.


“Kalau sudah ada harga beras untuk panen musim rendeng ini. Kami pedagang gabah, baru bisa menghitung patokan harga gabah,” imbuhnya di rice mill.


Harga spekulasi tersebut bahkan lebih rendah dari harga gabah petani panen musim kemarau 2020 lalu. Dikatakan Mungin disebabkan oleh perbedaan kualitas beras antara kemarau dan penghujan.
Satu kuintal gabah lawas Rp 470 ribu. Selisih sekitar Rp 40 ribu dari harga spekulasi gabah baru panen musim rendeng.


“Semoga petani, pedagang beras dan juragan bisa berjalan bersama-sama dalam harga. Setahun terakhir, pusing dan bingung dengan kondisi harga gabah dan beras,” tandas Mungin. (fij)

 26 total views,  2 views today

Beri komentar :