Angin Kencang Landa Purwokerto

BANYUMAS EKSPRES – Angin puting beliung melanda wilayah Sokaraja Senin (11/3). Akibat kejadian ini tarub pesta pernikahan roboh diterjang angin kencang dan enam rumah rusak.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo mengatakan, sore kemarin sekira pukul 14.45 angin puting beliung melanda wilayah Karanggedang, Sokaraja. Tak hanya itu, hujan lebat juga turut mengguyur wilayah tersebut. “Berdasarkan data sementara yang masuk ada enam rumah terdampak angin puting beliung,” ujarnya.

Salah satunya ialah rumah milik Rujito (45) warga RT 2 RW 2 Karanggedang, Sokaraja. Padahal, di rumah tersebut sedang dilaksanakan resepsi pernikahan anaknya. “Tarub hajatan ambruk diterpa angin puting beliung. Ambruknya tarub, menimpa empat orang yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Empat orang yang tertimpa tarub, hanya mengalami luka ringan. “Tarub ambruk saat prosesi begalan dan balangan. Empat korban yakni Rumilah (40), Gigih (26), Rafi (16) dan Goni (13) tertimpa besi tarub,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, prosesi balangan dan begalan tertunda. Namun, kembali dilanjutkan sampai selesai setelah situasi kembali kondusif.

“Angin kencang juga mengakibatkan rumah milik Tofik (33) rusak berat. Atap rumah berupa seng dan asbes rusak atau pecah di bagian kamar dan ruang tamu,” papar Kusworo.

Kerusakan juga dialami rumah milik Husin (50) dan garasi rumah Sumiarji Kasit (65). “sebanyak 25 lembar seng atap garasi miliknya terbang,” tuturnya.

Dua rumah lainnya yang turut mengalami kerusakan akibat diterpa puting beliung, ialah milik Tarso (60) dan Warsem (72). Masing-masing 10 seng atap rumah beterbangan diterpa puting beliung.

“Seng, gendang dan dastang milik korban Warsem mengalami kerusakan. Kami langsung melakukan penanganan sore itu juga, namun sebagian penanganan dilakukan keesokan harinya mengingat hari sudah gelap,” sebutnya.

Menurutnya, sebagian warga juga memperbaiki kerusakan atap rumahnya dengan perbaikan sementara. Hal itu dilakukan agar penghuni rumah dapat tetap tinggal meski atapnya mengalami kerusakan.

“Kami himbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terutama di musim hujan seperti. Warga dihimbau dapat meminimalisir potensi kerusakan akibat bencana dengan melakukan pembenahan, juga memangkas ranting pohon di dekat rumah agar tidak roboh menimpa pemukiman,” tandas Kusworo. (mif)

Beri komentar :
Share Yuk !

Tinggalkan komentar