Badan Narkotika Nasional Banyumas Buka Klinik Rehabilitasi

BANYUMAS EKSPRES – Masuk tiga besar penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah, membuat Kabupaten Banyumas berbenah.BNNK Banyumas saat ini membuka Klinik Adiksia Medika yang bertujuan untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

“Sebelumnya korban penyalahgunaan narkoba direhabilitasi di rumah sakit. Sekarang di BNNK Banyumas sudah bisa dan gratis,” kata Kepala BNNK Banyumas, Agus Kuntoro, Kamis (21/3)

Menurutnya, klinik rehabilitasi memang sudah seharusnya dibuka untuk menurunkan angka korban penyalahgunaan narkoba. “BNNK mengakui selama ini hanya sebagai pemberi informasi awal untuk pencegahan terkait penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Muhammad Nur menuturkan, narkoba saat ini sudah menjamah ke segala lapisan masyarakat. Mulai dari TNI, Polri, pejabat, anak-anak, bahkan bayi. “Narkoba masuk 80 persen dari laut. Sedangkan transaksi narkoba mencapai senilai Rp 84 triliun secara nasional, Jawa Tengah masuk peringkat 5 se Indonesia, kita jalur merah. Kira-kira ada 800 ribu orang pengguna narkoba,” terangnya.

Menurutnya, saat ini kabupaten yang belum memiliki klinik untuk korban penyalahgunaan narkoba adalah Kabupaten Pati. “Yang belum punya klinik adalah karesidenan Pati karena sesuatu hal yang tidak bisa dikatakan,” ucapnya.

Brigjen Pol Muhammad menambahkan, klinik tersebut dibuka dengan harapan agar para korban penyalahgunaan narkoba tidak segan datang untuk rehabilitasi. “Harapannya untuk teman-teman yang kena narkoba jangan malu datang untuk rehabilitasi,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Banyumas, Achmad Husain menyambut baik adanya klinik tersebut. Dikatakan bupati, klinik merupakan jawaban dan layanan kepada masyarakat, sehingga nantinya otomatis orang yang terkena narkoba di Banyumas berkurang. “Saya mengingatkan, Banyumas ini ranking 3. Saya harapkan kawan-kawan cari solusi dan cara terobosan bagaimana cara konsepnya disusun sedemikian rupa, sehingga Banyumas tahun depan katakanlah minimal ranking 4 karena ranking 10 terlalu muluk-muluk,” jelasnya.

Bupati menjanjikan hadiah kepada BNNK Banyumas jika peringkat penyalahgunaan narkoba turun. Lebih lanjut dikatakan, dalam upaya mengurangi angka penyalahgunaan narkoba yang dinilai lebih penting adalah pencegahan. “Saya beri hadiah kalau peringkat menurun. Karena orang itu jangan sampai menyentuh narkoba, kalau menyentuh narkoba susah sembuhnya,” bebernya.

Dia mengajak pencegahan narkoba dimulai dari hal kecil, yakni gerakan atau kampanye anti merokok di sekolah, walaupun upaya ini hasilnya 20 tahun kemudian. “Tergantung orang tuanya kalau merokok anaknya pasti merokok. Mari kampanyekan gerakan anti merokok bersama,” tandasnya. (dik)

Beri komentar :
Share Yuk !

Tinggalkan komentar