Dibunuh di Bogor Dimutilasi di Jalan Dibuang di Tambak Banyumas

BANYUMASEKSPRES.com – Polres Banyumas berhasil mengungkap kasus mutilasi yang potongan tubuh korban ditemukan di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak. Tersangka adalah Deni Priyanto (37) warga Gumelem Wetan, Banjarnegara. Deni ditangkap di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan,  Kamis (11/7) sore.

Usai ditangkap pelaku dipaksa memberitahukan potongan tubuh lainnya. Setelah dilakukan pencarian akhirnya ditemukan di gorong-gorong Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen, Kamis tengah malam

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, kasus pembunuhan ini berawal dari perkenalan tersangka dan korban KW (51) warga Bandung sejak lebaran lalu melalui Facebook. “Dari perkenalan itu, tersangka dan korban sudah bertemu sebanyak empat kali. Korban juga sempat mentransfer uang sebanyak empat kali kepada tersangka,” jelasnya.

Minta Nikah Lalu Cekcok

Hingga hari nahas itu terjadi pada Minggu (7/7) malam. Keduanya bertemu di puncak Bogor. Cekcok terjadi karena korban memaksa tersangka menikahinya. Terang saja tersangka yang sudah berkeluarga menolaknya.

“Nah sebenarnya tersangka sudah merencanakan untuk membunuh korban, itu dikarenakan tersangka memerintahkan membawa BPKB mobil korban saat bertemu,” lanjutnya.

Saat cekcok di dalam mobil, tiba tiba tersangka menghantam kepala korbam menggunakan parang yang sudah dibawanya. “Tak berhenti sampai disitu, korban membacok dahi korban hingga akhirnya meninggal,” lanjut Kapolres.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka merencanakan membuang mayat korban di daerah Kebumen dan Tambak yang tak jauh dari rumahnya. “Dalam perjalanan dari Bogor untuk membuang jasad korban tersangka beberapa kali menepi untuk memotong jasad korban,” lanjutnya.

Jasad korban pertama kali dibuang dan dibakar di gorong-gorong Desa Sampang, Sempor, Kebumen. Lalu membuang kepala dan organ lainnya di Watuagung Tambak.

Tersangka lalu menjual mobil korban di salah satu showroom mobil di Purwokerto seharga Rp 100 juta. “Mobilnya jenis Rush. Pas transaksi itu kami berhasil menangkapnya,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, tersangka merupakan residivis penculikan mahasiswa Kedokteran Unsoed beberapa tahun lalu. “Tersangka baru keluar penjara dua bulan lalu,” pungkasnya. (ali)

Beri komentar :
Share Yuk !

Tinggalkan komentar