Kasus Jamu Palsu Segera Disidangkan

BANYUMASEKSPRES.com – Masih ingat tempat pembuatan jamu palsu di Desa Mujur, Kecamatan Kroya yang digerebek jajaran Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Cilacap pada awal Maret lalu? Kini kasus yang menyeret Sugiyanto, warga Desa Kedawung, Kecamatan Korya tersebut segera menjalani persidangan.

Berdasarkan penulusuran Banyumas Ekspres pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Cilacap, Sabtu (4/5), pelimpahan berkas perkara empat tersangka dari Kejaksaan Negeri Cilacap pada Kamis (2/5) lalu.

Berkas perkara dengan nomor 122/Pid.Sus/2019/PN Clp tersebut atas nama Sugianto, warga Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Terdakwa Sugianto akan menjalani sidang perdana pada 9 Mei mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Cilacap berhasil mengungkap tempat pembuatan jamu palsu di Desa Mujur, Kecamatan Kroya. Pemilik pembuatan jamu beromset Rp 500 juta per bulan itu jadi tersangka.

“Jajaran Satnarkoba mengamankan satu pelaku dan menetapkan tersangka S (41) berkaitan dengan pembuatan jamu palsu yang ada di Kabupaten. Selain pelaku, kita amankan beberapa barang bukti. Pelaku beroperasi kurang lebih selama satu tahun,” kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto saat rilis di halaman Mapolres setempat, Jumat (8/3).

Kapolres mengungkapkan, barang bukti yang diamankan petugas dari rumah salah pekerjanya di Desa Mujur yang digunakan sebagai tempat produksi berupa ribuan jamu palsu berbagai merk siap edar, serbuk jamu yang sudah dicampur bahan kimia obat, kapsul kosong, label kemasan dan mesin produksi.

“Bahan yang digunakan untuk membuat jamu palsu hanya terbuat dari campuran obat yang tidak sesuai dengan aturan kesehatan. Yang bersangkutan memproduksi berbagai merek jamu menggunakan bahan yang sama berupa campuran tepung jahe, cabe jawa termasuk obat-obatan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Hasil produksi jamu tersebut, lanjut dian dikirim ke luar pulau Jawa sesuai dengan pesanan.

“Selama ini sudah ada agen-agen yang melakukan pemesanan yang diedarkan ke masyarakat. Omsetnya kurang lebih Rp 500 juta dalam satu bulan. Karena yang bersangkutan produksinya lumayan besar dan diedarkan bukan di pulau Jawa tapi di luar Pulau Jawa. Jamu diproduksi di wilayah Kecamatan Kroya.” beber Kapolres.

Sementara dalam menjalankan usahanya, kata dia, tersangka selaku pemilik dan penanggungjawab memiliki sejumlah pekerja.

Dalam perkara ini Sugiyanto diancam pidana dalam pasal 197 Jo Pasal 106 Ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (gin)

Beri komentar :
Share Yuk !

Tinggalkan komentar