Kejaksaan Banyumas Panggil Lima Orang Pengurus Koni

BANYUMAS EKSPRES – Kejaksaan Negeri Banyumas terus menyelidiki dugaan penyelewengan dana hibah KONI. Sampai saat ini, kejaksaan sudah memanggil lima orang pengurus KONI

Kepala Kejaksaan Negeri Banyumas Raharjo Yusuf Wibisono SH MH menyatakan, penyelidikan sudah dilaksanakan sejak pertengahan bulan Februari. Dalam kurun waktu dua pekan, beberapa pengurus KONI sudah dipanggil. “Ada beberapa, mungkin lima atau lebih. Orang-orang dari pengurus KONI,” ujarnya.

Menurutnya, pemanggilan tersebut dilakukan dalam rangka meminta keterangan terkait dugaan korupsi anggaran KONI tahun 2016 sampai 2018. Sebelumnya, Kejari Banyumas menerima laporan atau informasi terkait dugaan penyelewengan dana hibah tersebut.
“Untuk klarifikasi saja, sekaligus meminta keterangan mengumpulkan bahan keterangan dan mengumpulkan data,” jelasnya.

Menurutnya pasca pemanggilan akan dilakukan pendalaman. Tujuannya untuk mengetahui apakah benar ada penyalahgunaan anggaran atau tidak. “Namanya juga informasi, perlu proses dan tahapan-tahapan. Kalau benar ada penyelewengan ya kita lanjutkan, kalau tidak kita hentikan,” tegas Yusuf.

Dia menuturkan, sejak terbit surat perintah penyelidikan tertanggal 7 Februari 2019, Kejari Banyumas terus melakukan pemanggilan secara maraton. Pengurus-pengurus KONI dipanggil satu per satu secara terpisah.

“Kita sedang bekerja, menelusuri dari berbagai sisi. Ada yang sudah datang sekali, ada yang belum datang, ada juga yang sudah dua sampai tiga kali datang,” tuturnya.

Langkah penyelidikan oleh Kejari Banyumas, merupakan langkah terdepan di antara aparat penegak hukum lainnya di Banyumas. Penyelidikan dilakukan setelah hasil audit Inspektorat Banyumas turun.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto Lydia Dewi SH MH melalui Kasi Intel Kejari Suryadi SH mengaku, pihaknya juga telah mendapat laporan hasil audit Inspektorat. Namun, belum ada langkah lanjutan. “Masih kami pelajari dulu. Belum melakukan pemanggilan ke pihak-pihak terkait,” tegasnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, KONI Banyumas dicap gagal memenuhi target medali pada gelaran Porprov 2018 di Surakarta lalu. Dari target 100 keping medali emas, hanya terpenuhi setengahnya.

Padahal, kontingan yang menamai dirinya Macan Banyumas, digelontor dana Rp 28,5 miliar. Angka tersebut, merupakan yang terbesar dibanding daerah lain di Jawa Tengah. (mif)

Beri komentar :
Share Yuk !

Tinggalkan komentar