Terlibat Judi Pilkades 29 Orang Ditangkap

BANYUMASEKSPRES.com-Tim Satgas Anti Judi Pilkades Polres Banyumas menangkap sedikitnya 29 orang. Para terduga pelaku perjudian tersebut ditangkap di 6 wilayah Banyumas. Dari kasus tersebut polisi mengamankan uang puluhan juta rupiah, sepeda motor dan handphone.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengungkapkan, sejak awal pihaknya sudah mewanti-wanti, agar tidak ada judi dalam pilkades. Sebagai bukti keseriusan membrantas judi, pihaknya juga membentuk Tim Satgas Anti Judi Pilkades.

Rupanya pada hari pelaksanaan Pilkades ia mendapat laporan adanya praktik perjudian disejumlah tempat.  Dari 29 orang tersebut dua diantaranya berjenis kelamin perempuan. ” Pelaku yang kami amankan, mulai dari pemasang, banyon atau pengepul, hingga bandar,” ujar kapolres.

Para pelaku yang terlibat modusnya menebak kandidat kades yang menang, jika sesuai maka mendapatkan uang. Dari hasil penangkapan total barang bukti uang yang disita sebanyak Rp 52.600.000. Salah satu penyitaan terbanyak yakni di Kembaran senilai Rp 14 juta. Selain itu ada pula dari satu lokasi lain dengan barang bukti uang senilai Rp 10 juta, tetapi setelah diperiksa yang terkait perjudian hanya Rp 6 juta.

Adapun TKP penangkapan tersebut berada di Desa Banjarsari Ajibarang, Desa Rawalo Kecamatan Rawalo, Desa Kramat Kecamatan Kembaran, Dukuhwaluh Kembaran, Desa Kalikesur Kedungbanteng, dan Desa Grujugan Kecamatan Kemranjen. Penangkapan terbanyak terjadi di Grujugan kecamatan Kemranjen.

“Pemasang dalam arena judi Pilkades tersebut jumlahnya variatif, mulai Rp 200 ribu hingga Rp 5 juta,” tambah kapolres.

Salah satu tersangka NS (67) asal Banyumas mengaku ia berperan sebagai pemasang, ia mengaku memasang Rp 600.000. Meski kandidat yang dijagokan menang ia belum sempat menerima uang hasil Judi, karena terlebih dahulu ditangkap petugas.

Sementara itu tersangka lain MS (60) asal Cilacap, ia mengaku sebagai banyon atau pengepul uang dari pemasang. Ia mendapat fee sekitar 10 persen dari pemasang yang menang taruhan.

Para tersangka yang ditangkap, 16 diantaranya berasal dari Banyumas, 12 orang dari cilacap dan 1 orang dari berasal dari Surabaya. Para tersangka perjudian tersebut dikenai pasal 303 Ayat (1) ke 2 KUHP, junto pasal 2 ayat 1 UU no 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Kapolres berharap kedepan tidak ada lagi praktik perjudian saat pesta demokrasi ditingkat desa.Lebih lanjut ia mengungkapkan, mengapresiasi atas terlaksananya pilkades yang man dan tertib di Banyumas.

Adapun penangkapan tersebut juga dilakukan atas laporan dari masyarakat yang mendambakan pesta demokrasi aman dan lancar tanpa harus diwarnai perjudian. (saw)

Beri komentar :
Share Yuk !

Tinggalkan komentar