Tujuh Desa di Banyumas Sudah Minta Dropping Air

BANYUMASEKSPRES.comĀ  – Sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas dilanda krisis air bersih. Hal ini disebabkan karena faktor cuaca yang memasuki musim kemarau. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, sejumlah wilayah tengah didropping air bersih, diantarannya Desa Srowot, Pekuncen, Banjarparakan, Nusadadi, Sumpiuh, Karanganyar dan Kediri.

“Permintaan pendistribusian air bersih dari warga Desa Srowot dan Desa Pekuncen, masuk ke kami pada H-1 Lebaran 2019,” kata Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Ariono Poerwanto.

Dia mengatakan, pihaknya menyiagakan 1.000 tanki air guna mengantisipasi krisis air bersih sebagai dampak musim kemarau di wilayah setempat. Penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, guna membantu warga yang membutuhkan.

“Kepada seluruh masyarakat yang memiliki informasi mengenai wilayah yang mengalami krisis air bersih, agar segera melaporkan kepada BPBD Banyumas,” pesannya.

Sementara itu, sejumlah warga di Kelurahan Sumpiuh yang menjadi daerah langganan krisis air bersih, sudah mulai menimba untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Padahal sebelumnya Pemerintah Kelurahan Sumpiuh sudah mengusulkan sumur resapan sebanyak seratus unit pada tahun anggaran 2019 melalui musrenbang ke pemerintah kabupaten. Akan tetapi, belum ada informasi realisasi usulan tersebut.

“Tidak tahu realisasinya apakah di perubahan, peralihan atau ditangguhkan tahun berikutnya. Kelurahan menunggu,” tukas Lurah Sumpiuh M. Fadarianto Dwi Agung Putra, Senin (17/6).

Kelurahan Sumpiuh mencatat krisis air bersih tersebar di beberapa RT dengan jumlah KK lebih dari seratus. Diantaranya di RW 1 meliputi RT 1, 5 dan 7.

Sedangkan warga di wilayah RW 3 yang kerap krisis air bersih untuk sementara masih mengandalkan Kali Reja. Untuk aktivitas mencuci dan lainnya.

Dikatakan Fadarianto, masalah mulai terjadi ketika debit air Kali Reja sudah tidak mencukupi. Oleh karena itu, sumur resapan sangat dibutuhkan untuk meminimalisasi permintaan air bersih ke BPBD Banyumas.

Pada 2018, Kelurahan Sumpiuh menerima program sumur serapan sebanyak 20 unit. Jumlah tersebut belum mencukupi untuk warga terutama yang rentan krisis air bersih.

Terpisah, Linda, warga setempat mengatakan di sekitar rumahnya sudah mulai ada yang mengangsu. Karena debit air sumur sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan konsumsi. (hkm/fij)

Beri komentar :
Share Yuk !

Tinggalkan komentar