Generasi Milineal Harus Paham Brand Sepatu Lokal

 Generasi Milineal Harus Paham Brand Sepatu Lokal

EDUKASI MILENIAL : Risyad Pribadi Ahmad owner Kazoot Shoes Purwokerto, edukasi milineal untuk cinta produk dalam negri.

PURWOKERTO – Sebagian generasi muda saat ini lebih suka mengenakan fashion brand luar negeri. Begitu pula dengan pilihan sepatu mereka. Padahal terdapat merk sepatu lokal yang cukup bagus dan bersaing dengan brand besar.

Pemilik Outlet Kazoot Purwokerto Risyad Pribadi Ahmad mengatakan, brand sepatu dari luar negeri harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Sedangkan sepatu lokal, meskipun harganya terjangkau namun secara kualitasnya bisa diandalkan.

“Ada beberapa sepatu yang bahan sama, dan kenyamanan juga tidak jauh beda, sepatu lokal harganya hanya ratusan ribu saja,” terangnya.

Menurutnya beberapa merk sepatu lokal yang cukup bagus diantaranya, Merk Kompas. Sepatu produksi Bandung ini pernah dikampanyekan oleh Sandiago Uno saat pencalonan Presiden. Produksi sepatu tersebut juga berkolaborasi dengan pabrik-pabrik di Bandung, sepatu tersebut dibanderol mulai Rp 1 juta.

Kemudian ada merk Ventela produksi Bandung. Sepatu dengan model publik ini, pernah di cemooh mirip Converse, dan Vans Old School, karena ada strap garis.

Merk ini juga mengeluarkan beberapa tipe. Salah satunya Noir motifnya ada ban atau garis kuning, dan strap yang dibandrol dengan harga Rp 447 ribu.

Awalnya produk tersebut ernah dikritisi oleh dokter Tirta namuan hanya pada desain model saja yang banyak disorot.

Kemudian merk lainnya yakniJhonson pabrikan Surabaya. Sepatu ini banyak pilihan model dengan harga mulai Rp 265 ribu -.Rp 350 ribu. Sedangkan bahan yang digunakan yakni denim, dan kanvas.Anak muda, mahasiswa pelajar cukup banyak yang menggemari.

“Di Purwokerto pengguna merk ini belum banyak, karena masih banyak paham sepatu impor. seharusnya merk merk lokal seperti ini yang bBanyak di rekomendasikan,” terangnya.

Selanjutnya ada Merk Patrobas yang merupakan produksi Bandung dengan bahan kanvas. Sepatu ini juga diburu kaum milineal. Material bahannya lebih bagus dengan harga dikisaran Rp 255.000 sampai Rp.275.000.

Adapula Merk Kodachi dan Warrior, produk yang dibuat oleh satu pabrikan ini, paling banyak disukai anak SMA di tahun 90 an.

Menurut Risyad, dengan memahami berbagai merk sepatu lokal maka kecintaan terhadap produk dalam negeri juga semakin meningkat. “Harapannya industri sepatu nasional juga semakin tumbuh,” terangnya.

Ia mencontohkan untuk sepatu Nike Made in Vietnam harga dibandrol Rp 1,2 – Rp 4 juta. Adidas harga 700 – jutaan tergantung seri. Air Jordan varian nike bahan kulit, harga Rp 2,3 – Rp 5 juta. Ada pula yang harganya sampai Rp 30 juta.

Tidak dipungkiri munculnya tren center sepatu tersebut juga tidak lepas dari figur tokoh, artis baik nasional maupun internasional yang menjadikan produk-produk tersebut diburu dan berharga tinggi.

Di Purwokerto kini ia tidak hanya sebatas berbisnis saja, tetapi juga mengedukasi pelanggan jika di Indonesia juga memiliki merk sepatu yang bisa dibanggakan. (saw)

Beri komentar :
Share ya :

Banyumas Ekspres

Selalu Ada yang Baru Setiap Hari

Artikel terkait :