Sumur Warga Jeruklegi, 11 Mengering Polres Cilacap Bantu Air Bersih

 Sumur Warga Jeruklegi, 11 Mengering Polres Cilacap Bantu Air Bersih

AIR BERSIH : Kapolres Cilacap didampingi pejabat utama dan unsur Forkompimcam Jeruklegi mengisi air pada drum, ember dan jirigen milik warga Dusun Danasri. (Wagino)

JERUKLEGI – Warga Dusun Danasri Desa Jeruklegi Kulon Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap mengantre air bersih yang didistribusikan oleh Kepolisian Resor Cilacap, Jumat (28/8). Pasalnya sudah tiga bulan sejak lebaran lalu sumur air sumur warga mulai mengering, sehingga kesulitan air bersih.

Kendaraan taktis water canon dan satu tangki dikerahkan mengangkut air bersih untuk warga Dusun Danasri. Meski medan yang cukup berat, dengan kondisi jalan rusak dan naik turun pegunungan kedua kendaraan pengangkut air bersih akhirnya tiba di Dusun Danasri. Tampak drum besar, jerigen dan ember telah disiapkan berjajar oleh warga untuk menampung air bersih.

Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya mengatakan, bantuan air bersih ini sebagai wujud empati Polres Cilacap kepada warga masyarakat di Dusun Danasri Desa Jeruklegi Kulon Kecamatan Jeruklegi yang mengalami krisis air bersih karena kekeringan.

“Baksos pemberian air bersih ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat Dusun Danasri karena kekeringan,” kata Kapolres Cilacap didampingi pejabat utama Polres Cilacap dan Frokopimcam Jeruklegi usai mendistribusikan bantuan air bersih di Dusun Danasri, Desa Jeruklegi Kulon, Jumat (28/8).

Disebutkan, kendaraan water cannon dan satu tanki air bersih yang berisi masing-masing kapasitas 8.000 liter dan 5.000 liter itu mendistribusikan di lima titik berbeda.

“Bantuan air bersih sementara kita fokuskan di lima titik karena beberapa tempat lain sulit dijangkau. Diharapkan seluruh masyarakat Dusun Danasri bisa mendapat air bersih,” ungkapnya.

Disinggung apakah bantuan air bersih akan terus berlanjut, menurut Kapolres, pihaknya akan melihat situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait. “Kita tahu secara pasti sampai kapan kekeringan ini. Yang pasti akan kita terus pantau, semoga bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Kasi Pemerintahan Desa Jeruklegi Kulon, Wasis Budi Prasetyo mengatakan, sejak tiga bulan ini warga di Dusun Danasri yang dihuni 150 kepala keluarga (KK) sudah kekurangan air untuk keperluan rumah tangga. “Untuk memenuhi keperluan mandi, mencuci dan memasak warga harus mengambil air ke sungai,” kata Wasis.

Saat ini krisis air bersih baru dirasakan warga di dua RT. Namun, lanjut Wasis, bila kekeringan terus berlanjut maka hampir semua wilayah di Desa Jeruklegi Kulon yang dihuni 2.931 KK dengan 9.135 jiwa itu berpotensi terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih.

“Sebetulnya sebagian wilayah sudah terjangkau jaringan PDAM namun kurang lancar. Ada juga wilayah yang teraliri pamsimas yang bersumber dari sungai. Tapi kalau kemarau berkepanjangan nanti sumber air di sungai Jambu bisa mengering. Biasanya ada warga yang membuat sumur baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tahun lalu kemarau panjang, warga mendapat bantuan dari berbagai pihak termasuk pemkab Cilacap,” ujanya.

Karenanya, Wasis mengaku bersyukur warganya mendapat bantuan air bersih dari Polres Cilacap. Dia berharap, bantuan air bersih dari berbagai pihak untuk meringankan beban warganya.

Dasilem (35), warga RT 05 RW 03 Dusun Danasri Desa Jeruklegi Kulon, menuturkan, krisis air sudah mulai dirasakan sejak sehabis lebaran lalu karena sumurnya mengering. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya bersama suami dan anaknya harus berburu air ke sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

“Kita bikin kubangan di sungai untuk diambil airnya. Sehari rata-rata mengambil air tiga pikul yang berisi dua ember. Untuk memasak, mencuci dan mandi,” tuturnya.

Ibu rumah tangga ini mengaku tak menyangka ada bantuan air bersih dari Polres Cilacap. Setidaknya bisa menghemat waktu dan tenaga untuk beberapa hari. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :