23 Orang Terjaring Razia Pekat Di Eks Lokalisasi Slarang dan Hotel

RAZIA PEKAT: Petugas gabungan saat menggelar operasi pekat di sebuah hotel di Cilacap Kota. (Istimewa)

CILACAP – Tim gabungan, yang terdiri dari Satpol PP Cilacap bersama TNI dan Polri menggelar operasi pekat (penyakit masyarakat, red) dengan menyambangi hotel dan eks lokalisasi Slarang, Kecamatan Slarang. Hasilnya, 23 orang, tiga pasangan bukan suami istri dan belasan wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) berhasil diamankan pertugas.

Operasi penegakan Perda dan cipta ketentraman ketertiban umum tersebut digelar Sabtu (27/2) malam dengan menyasar sejumlah hotel di wilayah Cilacap kota dan eks lokalisasi Slarang.

Saat petugas gabungan datang di eks lokalisasi Slarang, rumah-rumah yang digunakan untuk kegiatan prostitusi itu dimatikan lampunya. Sementara para penghuninya langsung berhamburan.

Sebagian berusaha sembunyi dan lainnya tak berkutik karena puluhan petugas yang sudah menyebar di eks lokalisasi tersebut. Beberapa saat kemudian, petugas menyalakan lampu diikuti dengan sejumlah lelaki hidung belang yang ikut keluar.

Setelah dilakukan pendataan, belasan wanita yang diduga PSK itu berikut sejumlah lelaki hidung belang dibawa ke mobil Dalmas Satpol PP dan diangkut menuju kantor Satpol PP untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di tempat lain, petugas gabungan menyambangi sebuah hotel yang diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung. Petugas berhasil mengamankan tiga pasangan yang diduga sedang melakukan perbuatan mesum.

Kepala Satpol PP Cilacap Yuliaman Sutrisno menjelaskan, dalam operasi pekat di eks lokalisasi Slarang, petugas gabungan berhasil mengamankan 17 orang. “Total ditertibkan sebanyak 17 orang di lokalisasi Slarang yang terdiri dari 15 orang perempuan dan dua orang laki-laki,” jelasnya, Minggu (28/2).

Di wilayah kota, lanjut dia, pihaknya mengamankan tiga pasangan yang diduga sedang melakukan perbuatan mesum. “Jadi ada enam orang yang kita amankan di hotel, tiga perempuan dan tiga laki-laki. Selanjutnya, mereka semua kita mintai keterangan,” ungkapnya.
Ditambahkan, kegiatan operasi pekat tersebut menjadi bentuk penegakan Perda Kabupaten Cilacap Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Pelacuran dengan sanksi yang dikenakan sesuai tindak pidana ringan (tipiring). (gin)

 70 total views,  2 views today

Beri komentar :