Buaya Muara Kembali Muncul Di Kampunglaut, Warga dan Nelayan Was-Was

 Buaya Muara Kembali Muncul Di Kampunglaut, Warga dan Nelayan Was-Was

PATROLI: Buaya tampak menepi saat petugas gabungan melakukan patroli terkait kemunculan buaya di alur Motean, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut. (Istimewa)

CILACAP – Warga Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut, Cilacap kembali resah. Mereka yang sebagian bekerja sebagai nelayan dengan mencari ikan di perairan Segara Anakan tersebut merasa was-was. Pasalnya, buaya kembali muncul dekat permukiman, tepatnya di alur Motean, Desa Ujungalang, Kamis (15/10).

Warga setempat mengetahui buaya berukuran besar itu muncul sedang menepi di pinggiran alur Motean.

Sekretaris Desa Ujungalang, Kustoro membenarkan jika buaya kembali muncul di alur Motean kawasan perairan Segara Anakan. Buaya tersebut muncul dekat dengan lokasi warga beraktivitas.

“Iya bener muncul lagi, bahkan sekarang tambah banyak. Yang terakhir muncul ukurannya sangat besar. Muncul disebelah Timur Sungai kecil Masigit Sela,” kata Kustoro kepada Banyumas Ekspres, Kamis (15/10).

Kondisi itu, Kustoro melanjutkan, membuat warga setempat yang biasa mencari ikan dengan menebar jala dan jaring enggan berangkat.

“Mereka yang biasa menebar jaring dan jala tidak berani masuk ke air. Karena khawatir, tiba-tiba buaya muncul dekat perahu dengan mulut menganga siap mencaplok,” ujarnya.

Kendati kemunculan buaya sekarang ini belum memakan korban, kata dia, namun membahayakan warga setempat. Akan tetapi, kata dia, sebelum ini sudah pernah ada korban jiwa.

“Mbah buyut saya juga meninggal diterkam buaya. Kemudian sekitar tahun 1997 ada orang asal Kelurahan Sidakaya juga hilang, waktu itu perahu comprengnya kandas. Kemudian masuk ke air dengan maksud mendorong perahu, malah hilang tidak nongol lagi,” ungkapnya.

Kustoro berharap, pihak terkait segera mencari solusi untuk menangani kawanan buaya muara yang berkeliaran di kawasan Segara Anakan.

“Harus ada langkah serius, misalnya membuat penangkaran buaya di Kampunglaut. Selain mengurangi risiko bahaya, juga nantinya bisa terintegrasi dengan rencana pengembangan wisata di Segara Anakan,” harapnya.

Sementara itu, informasi munculnya buaya sepanjang sekitar tiga meter itu langsung mendapat respon dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Resor Konservasi Wilayah II Cilacap. Yakni dengan melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi, diawali dari titik kemunculan buaya muara hingga ke titik yang seringkali dijadikan persinggahan hewan tersebut.

“Kami bersama Lanal Cilacap, MMP Cilacap dan relawan lainnya, sudah melakukan penelusuran ke lokasi yang menjadi titik awal kemunculan buaya muara. Bahkan dari tim yang diberangkatkan juga mengkroscek tempat berjemunya buaya muara ini. Kami juga membawa peralatan lengkap apabila memungkinkan adanya langkah evakuasi terhadap buaya,” kata BKSDA Jateng Seksi Konservasi Wilayah II Pemalang RKW Cilacap, Dedi Rusyanto, melalui Pengendali Ekosistem Hutan, Wahyono.

Selain melakukan patroli, kata dia, pihaknya juga melakukan tindakan preventif guna mencegah timbulnya korban akibat seragan buaya. Seperti memasang papan peringatan dititik rawan, kemudian membuat jaring pengaman, maupun sosialisasi kepada masyarakat setempat.

“Langkah ini, merupakan salah satu hal yang sangat penting. Masyarakat selain dituntut berhati–hati namun juga diminta untuk selalu berkoordinasi baik kepada BKSDA Resor Cilacap maupun pemerintah desa dan kecamatan,” tandasnya.

Sehingga dia menambahkan, dapat membantu pihak terkait dalam mengambil langkah strategis untuk penanganan buaya muara. Terlebih buaya tersebut merupakan satwa yang dilindungi. (gin)

SAMB: Harus Ada Langkah Serius

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :