Bumdes Didorong Gerakkan Ekonomi di Desa

 Bumdes Didorong Gerakkan Ekonomi di Desa

DISKUSI: Acara diskusi ringan para kepala desa di Dayeuhluhur dengan Banyumas Ekspres di Wisata Alam Gunung Goot, Desa Matenggeng, Dayeuhluhur, Minggu (22/6).

DAYEUHLUHUR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai lembaga ekonomi memiliki peran strategis menggerakan ekonomi masyarakat desa. Keberadaanya bisa bersinergi dengan industri rumah tangga ataupun pelaku usaha produktif di desa dengan kemitraan. Untuk itu sejumlah Kepala Desa di wilayah Kecamatan Dayeuhluhur berkomitmen untuk mendorong BUMDES agar bisa hidup dan produktif.

Hal ini terungkap saat acara diskusi ringan para kepala desa di Dayeuhluhur dengan Banyumas Ekspres. Kegiatan berlokasi di Wisata Alam Gunung Goot, Desa Matenggeng, Dayeuhluhur, Minggu (22/6).

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Dayeuhluhur, Ruswadianto mengatakan pada masa pandemi corona banyak pelaku usaha yang terpukul. Tidak terkecuali usaha kecil di desa. Pada masa normal baru ini banyak dari mereka yang mulai bangkit lagi. Sebagai upaya mendorong perekonomian di desa dan menghidupkan BUMDES, langkah awal ditempuh para BUMDES di wilayah Dayeuhluhur ini. Salah satunya dengan menjadi penyuplai para agen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ia mengatakan dengan menjadi penyuplai bahan pangan non tunai kepada agen diharapkan, bantuan yang disalurkan kepada masyarakat di suplai dari para pelaku usaha di desa masing-masing.

“Karena pedoman pokoknya, BUMDES tidak bisa menjadi agen, maka BUMDES menjadi penyuplai bahan baku ke agen. Pada dasarnya kita menjadi mitra penghubung antara agen penyalur dengan pelaku usaha di desa. Agar bahan bakunya diambil dari desa masing-masing, tidak dari luar daerah. Sehingga sedikit banyak ekonomi berputar di desa itu,” kata Ruswadianto.

Menurutnya ide ini disambut baik oleh para kades dan BUMDES di tiap desa. Dan sudah terlaksana pada penyaluran bantuan sebelumnya. Diharapkan ini terus berlanjut pada bantuan berikutnya yang disalurkan tiap bulan. “Untuk beras agen mengambil dari Bulog, karena aturannya demikian. Namun untuk telur, daging, sayur dan buah bisa memanfaatkan potensi lokal yang ada di desa,” kata dia.

Ia mengatakan menjadi penyuplai kepada agen ini hanya langkah awal saja. Kedepannya BUMDES di tiap desa harus bisa melihat peluang usaha yang ada di desanya. Sehingga BUMDES bisa hidup dan berkembang. “Banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan di Dayeuhluhur. Mulai dari potensi pertanian, perkebunan, perdagangan dan jasa. harapannya mereka bisa menangkap peluang ini dan mengembangkannya secara maksimal,” kata dia.

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman yang hadir pada acara itu mengatakan BUMDES merupakan mitra pemerintah desa dalam mewujudkan rencana-rencana pembangunan perekonomian di desa. Mereka dituntut mampu menyediakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usaha. Mereka bisa bermitra dengan pelaku usaha di masyarakat.

“BUMDES yang berkembang secara optimal, satu sisi menggerakan ekonomi masyarakat desa dan disisi lain juga bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di desa,” kata dia.

Dia mengapresiasi langkah BUMDES di Kecamatan Dayeuhluhur yang menjadi penyuplai agen bantuan sosial tersebut. Dengan begitu akan menjadi penghubung agar ekonomi di desa bisa berjalan. “Pada masa saat ini, kita mesti saling membantu. Salah satunya agar ekonomi lokal bisa bergerak kembali dengan cara membeli produk-produk mereka. Tekani, tukoni produk-produk tersebut,” kata dia (lim/tom)

Beri komentar :
Share ya :

Anas Masruri

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :