Cilacap Ajukan Kebutuhan 2.250 CPNS di 2019

CILACAP – Kabar gembira bagi yang berminat mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Pasalnya, dalam waktu dekat Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) akan membuka lowongan CPNS, termasuk formasi untuk Kabupaten Cilacap.

“Untuk CPNS ada informasi dari Asisten Deputy Bidang SDM PAN sekitar awal Oktober akan ada formasi CPNS. Berapa kuotanya kita belum tahu. Nanti setelah ada kuota baru akan susun. Tapi Kita sudah mengajukan kuota sekitar 2.250, soal berapa kita dapat nanti dilihat,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cilacap, Warsono, baru-baru ini.

Warsono menyebutkan, saat ini kekurangan pegawai di lingkungan Pemkab Cilacap jika dilihat dari jumlah honorer sangat banyak.

“Total kebutuhan pegawai sekitar 20 ribuan. Saat ini pegawai negeri (ASN) yang betul-betul memiliki NIP ada sekitar 11 ribu lebih sedikit. Sehingga kekurangan 9 ribuan pegawai yang sebagian telah diisi oleh tenaga honorer,” bebernya kepada banyumasekspres.id.

Sementara untuk jumlah pegawai yang pensiun tahun ini sekitar 500 orang. Jumlah sebanyak itu dikarenakan pada tahun 2018-2020 ada penumpukan penisun. “Ada gelombang pensiun dan kebanyakan dari guru,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan seleksi CPNS, kata dia, dilakukan melalui online. Oleh karena itu, lanjut dia, tidak ada salahnya para calon pendaftar sejak sekarang untuk membekali diri dengan pengetahuan CAT (Computer Assisted Test).

“Sehingga nanti pada saat menjalani seleksi tidak gugup, supaya familiar dengan soal-soal. Sekarang banyak tersedia di google. Di lapangan tersedia lembaga-lembaga yang memfasilitasi untuk latihan assement itu,” ujarnya.

Menurutnya, karena calon peserta tidak bisa hanya mengandalkan dirinya pinter. Banyak faktor teknis yang berpengaruh, salah satunya adalah kesiapan mental menghadapi aplikasi CAT itu sendiri.

“Semakin banyak latihan semakin bagus. Meskipun cerdas kalau jarang latihan, tidak tertutup kemungkinan bisa nanak-nunuK saat mengerjakan soal. Padahal dibatasi oleh waktu,” ujarnya.

Disinggung terkait formasi yang tersedia, Warsono mengatakan, nanti formasi yang paling banyak adalah jabatan fungsional tertentu (JFT). Dia mencontohkan, penyuluh, dokter, perawat, guru dan auditor.

“Tren kebijakan dari pusat seperti itu. Semua pegawai diharapkan bisa mengelola administrsi sampai memenejnya. Sehingga kemungkinan formasi yang muncul kemungkinan D3, kemungkinan tidak ada lowongan SMA. Kita belum lihat, tapi melihat kualifikasi yang ditentukan seperti itu minimal D3,” pungkasnya. (gin)

 16 total views,  2 views today

Beri komentar :

Tinggalkan komentar