Jumlah Pengguna Narkoba Meningkat Selama Pandemi COVID-19

 Jumlah Pengguna Narkoba Meningkat Selama Pandemi COVID-19

BERI KETERANGAN : Kepala BNN Kabupaten Cilacap menyampaikan rencana kegiatan peringatan HANI 2020. (Wagino)

CILACAP – Masa pandemi COVID-19 membawa signifikan terhadap masyarakat, salah satunya hilangnya pekerjaan yang mengakibatkan pendapatan. Kondisi itu menyeret masyarakat untuk mengambil jalan pintas dengan berjualan narkoba. Lama berdiam diri di rumah selama pandemi COVID-19 juga menimbulkan stres, sehingga ada sejumlah masyarakat mengatasinya dengan mengkonsumsi narkoba.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap, AKBP Triatmo Hamardiyono di sela-sela menyampaikan rencana kegiatan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Juli mendatang di Kantor BNN Kabupaten Cilacap, Selasa (23/6).

“Kondisi di Kabupaten Cilacap selama masa pandemi COVID-19 ini bukan menurun, tetapi ada indikasi kecenderungan naik,” ungkap AKBP Triatmo.

Menurutnya, banyak faktor yang menjadi penyebab masyarakat mendorong peningkatan penggunaan narkoba di Kabupaten Cilacap. Pengedar itu bisa jadi karena faktor ekonomi, sedangkan penggunanya karena stres yang meningkat selama masa pandemi ini.

“Dia harus di rumah, pekerjaan hilang, untuk menutupi stresnya menggunakan narkoba. Tapi yang marak itu penggunaan obat-obatan psikotropika yang masuk obat daftar G seperti dextro dan lain-lain,” ujarnya.

Triatmo mengakui, kendati secara angka pihaknya belum bisa menyajikan, namun karena banyaknya informasi yang masuk ke BNN Kabupaten Cilacap, sehingga hal tersebut bisa dijadikan indikasi meningkatkan peredaran dan penggunaan narkoba di Cilacap. Seperti ada informasi pemakaian di Kalisabuk, Kesugihan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan diketahui para pelakunya berasal dari kalangan remaja. Baik itu, pengedar maupun pemakainya.

Dengan maraknya peredaran maupun pemakaian narkoba itu, lanjut dia, bukan berarti BNN Kabupaten Cilacap tinggal diam. Karena selama tahun 2020 atau Januari-Juni, pihaknya telah merehabilitasi enam orang dari 15 orang target tahun 2020. Dengan rata-rata usia yang direhabilitasi itu antara 13 tahun hingga 40 tahun.

“Di BNN itu ada program rehabilitasi berbasis masyarakat. Sehingga dilakukan dengan mencari pemulihan berbasis masyarakat dan agen pemulihan. Di tiap-tiap data skala nasional maupun reguler kami sudah berkoordinasi dengan beberapa desa yang sudah dipetakan rawan,”katanya.

Sementara terkait rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh BNN Kabupaten Cilacap dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasinal (HANI) Tahun 2020, diantaranya, melaksanakan KIE (Komunikasi lnformasi dan Edukasi) tentang bahaya COVID-19 dan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan keliling menggunakan mobil pemberdayaan masyarakat.

“Melaksanakan gowes sehat Anti Narkoba di kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan sosialisasi sena pembagian sticker Stop Narkoba dan menyelenggarakan Live IG bersama Mbak Duta Wisata Cilacap 2019 dengan tema milenial ‘positif produktif prestasi’. Serta menyelenggarakan Lomba Tek-Tek Mars BNN dalam rangka Peringatan HANI Tahun 2020,” paparnya.

Selain itu, dia menambahkan, juga akan melaksanakan Upacara Peringatan HANI 2020 secara virtual melalui video conference Live yang dihadiri bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap di Kantor BNN Kabupaten Cilacap dalam puncak HANI pada Jumat 26 Juni 2020.

“Serta menyelenggarakan Live lnstagram bersama penyanyi ibukota asal Cilacap dan finalis miss lndonesia, Vicky Veranita Yudhasoka atau Vicky Shu dan menyaksikan Konser Slank #HIDUP100% pada Sabtunya, secara Live TV dan penggalangan donasi untuk para pahlawan medis dalam melawan Covid-19,” pungkasnya. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Anas Masruri

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :