Keramat Penjaga Dayaluhur, Sejarah Era Pengaruh Cirebon di Dayeuhluhur

 Keramat Penjaga Dayaluhur, Sejarah Era Pengaruh Cirebon di Dayeuhluhur

RENOVASI : Makam Ki Jagawadana Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap saat di renovasi beberapa waktu lalu.TASLIM INDRA/BANYUMAS EKSPRES

Tanah Dayaluhur dalam legendanya akan selalu jadi Incaran bagi para “Pasukan Siluman” untuk membuat kerusakan. Menurut Penuturan dari Juru Kunci Gunung Tawang Datar Ki Dahuri (95), Juru Kunci Keramat Jagawadana Cilumping Ki Surahman (75), Juru Kunci Cicukang Ki Danya (76), kerusakan itu berupa, hama, wabah penyakit, bencana alam, angin topan, banjir bandang, medan peperangan, pemerintahan yang kejam dan kerja paksa.

Menurut Ceceng Rusmana, berdasarkan penuturan dari para juru kunci, selain tujuh penjaga yang sudah diketahui lokasi petilasannya juga masih ada lagi para Ki Jaga yang tersebar di sepanjang tepian timur Citanduy hingga segara anakan yang merupakan wilayah Dayaluhur lama.

Ditempat tersebut masih ada legenda-legenda masyarakat yang menyebut para Ki Jaga yang menjaga masyarakat dari bahaya yang berasal dari perampok atau bajak laut, diantaranya seperti Ki Jagasagara, Ki Jagalangit, Ki Jagapati, Ki Jagalangut dan lainnya yang perlu peneliti lebih lanjut.

Diperkirakan para pasukan Siluman itu masuk sekitar 400 tahun lalu seperti yang disebut dalam Naskah Sunda Kitab Waruga Jagat.

:Ada tujuh pasukan siluman yang ingin menguasai Tanah Salawe dengan jumlah setiap pasukan adalah sebanyak satu laksa, Pasukan adalah: Punika Kang Putra Marajasakti Pipitu Kehe,Kang Satunggal Ratu Roman Marnah Ing Roban,Kang Satunggal Ratu Gelukherang Marnahing Tanjungbang,Kang Satunggal Ratu Jalakroncenak Marnah Ing Wirasa,Kang Satunggal Ratu Buta Gurun Marnah Ing Guha Upas,Kang Ana Ing Lakbok Ingaranan Sanghiang Pasarean dan Kang Satunggal Ratu Roman Gelangherang Di Guha Pajajaran,” katanya.

Jumlah setiap pasukan dari pemimpin siluman digambarkan dalam Kidung Pangrajah Tanah Dayaluhur “Kaya lulut Pangtekane, Ngiringaken Balade Salaksa”, satu laksa artinya sepuluh ribu.

Demikianlah peranan Ki Jaga dalam membantu menjaga atau mengatasi banyaknya bahaya di masyarakat di tanah Dayaluhur pada zaman itu.

Keberadaan Makam maupun petilasan para Ki Jaga saat ini yang sudah dipelihara dengan baik adalah Keramat Ki Jagawa dana dan Ki Jagasakti di Desa Cilumping,Makam tersebut sudah di renovasi oleh Pemerintah Desa Cilumping.

Sebagian ada di lahan perhutani seperti Ki Jagabela Gunung Sukapacet dan Ki Jagawani yang ada di Gunung Tamiang Desa Datar.(lim) dari berbagai sumber.

Beri komentar :
Share ya :

Anas Masruri

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :