Legenda Cikal Bakal 3 Desa di Dayeuhluhur (Bagian 2): Penyesalan Sultan Pajang

Sultan Pajang menyuruh seorang Gandek supaya menyusul dengan kuda  cepat untuk membunuh Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang.

Namun setelah diteliti masalah yang sebenarnya, Sultan Pajang kemudian menyuruh Gandek kedua untuk menyusul Gandek yang terdahulu supaya membatalkan rencana membunuh Adipati Wargo Oetomo I.

Tetapi sudah terlambat, tempat terjadinya pembunuhan di Desa Bener. Maka Adipati Wargo Oetomo I juga terkenal dengan sebutan Adipati Sedo Bener. Sedangkan makamnya berada di pasarehan Pakiringan sebelah timur kota Banyumas sekarang. Juga termasuk dalam wilayah Purworejo Klampok.

Penyesalan Sultan Pajang karena terlambat membatalkan membunuh Adipati Wargo Oetomo kemudian memerintahkan memanggil semua putra Adipati Wirasaba supaya menghadap ke Kesultanan Pajang.

Akan tetapi semua putra Wargo Oetomo I tidak ada yang berani menghadap kecuali menantunya Agung Wirasaba (Joko Kaiman) yang berani pergi menghadap Sultan Pajang.

“Di luar dugaan malah Agung Wirasaba (Joko Kaiman) diangkat menjadi Adipati Wirasaba II,” pungkasnya.

Kemudian untuk menggantikan kesalahpahaman, Sultan Pajang memberikan segala kebijaksanaan Kadipaten Wirasaba kepada Agung Wirasaba serta termasuk kasus fitnah dari Demang Bincarung.

Dalam sejarah Desa Toyareka Purbalingga, Pertengahan abad XVI Adipati Wirasaba Wargatuma I menikahkan putrinya yang belum cukup umur, yaitu Rara Sukartiyah dengan Bagus Sukara anak Ki Gede Banyureka Demang
Toyareka.

Namun Hidup kedua pasangan itu tidak harmonis, karena Rara Sukartiyah tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.

Akibat sikapnya itu Bagus Sukra pulang kerumah orang tuanya di Toyareka. Kepulangan puteranya membuat hati Ki Gede Banyureka sangat kecewa dan menganggap Adipati Wirasaba tidak bisa membimbing puterinya dengan baik.(ben/bersambung)

Beri komentar :
Share Yuk !