Lepas Ayam Putih dan Tabur Bunga Iringi Prosesi Sidekah Kupat

 Lepas Ayam Putih dan Tabur Bunga Iringi Prosesi Sidekah Kupat

GANTUNG KUPAT : Ritual gantung kupat di sarang harimau sikupluk di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur,Jum’at (16/10)/TASLIM INDRA

CILACAP-Pada acara adat sedekah kupat Rebo Wekasan (Rabu yang terakhir dibulan Safar) di Dusun Sukanegara Desa Hanum,diisi pula dengan ritual mensucikan mata air di area hutan dan melepaskan ayam putih dekat sarang harimau yang dikenal warga dengan maung sikupluk. Lokasi ritual di Hutan Mayangkara,yang merupakan batas Desa Hanum dan Desa Tambaksari.

Ada 17 mata air yang menjadi tempat prosesi, smeua dilakukan oleh juru kunci. Mata air ini mengalir ke Sungai Citanggah, Mayangkara dan Cipariuk yang nantinya bersatu dengan Cibaganjing. Sedangkan dua sarang harimau berada di atas air terjun Cipariuk dan di bawah air terjun yang berada di tengah hutan.

Ketua lembaga Adat Desa Hanum Ceceng Rusmana mengatakan pada saat Rebo Wekasan selain menggelar sedekah kupat juga melaksanakan ritual menggantungkan kupat di sarang harimau sikupluk dan mensucikan 17 lokasi sumber mata air dengan menaburkan kembang tujuh rupa serta ditanami kendi air supaya airnya terus mengalir dan tidak mengandung penyakit . Pada ritual kali ini karena juru kunci Ki Danya sedang sakit maka ritual diwakili anaknya

Ceceng menjelaskan ritual melepaskan ayam putih di hutan itu berhubungan dengan pantangan laranganan masuk ke hutan. Masyarakat tidak boleh mengambil hasil hutan setelah acara sedekah kupat sampai dilaksanakannya sedekah gunung di bulan Mulud.

“Konon sebelum dilaksanakan Sidekah Gunung adalah sepenuhnya milik penghuni hutan. Masyarakat dilarang mengambil pakis sayur, bambu, kayu di hutan. Termasuk pula larangan mulai membuat rumah atau kandang ternak,bahkan larangan memotong rambut dan kuku,” ujarnya

Kedua tradisi tersebut juga untuk mengenang peristiwa sejarah pada era Ciung Wanara yang terjadi di lokasi tersebut.

Kepada Banyumas Ekspres Ceceng menceritakan ayam putih betina di sarang Harimau itu sebagai simbol untuk mengenang sejarah Dewi Naganingrum yang tidak bersalah di fitnah kemudian dibuang ke Hutan Mayangkara yang penuh binatang buas termasuk harimau, hingga akhirnya di temukan oleh anaknya Raja Ciung Wanara.

Hutan Mayangkara sekarang berlokasi di Wilayah Desa Hanum dan Gunung Geulis,termasuk Sungai Citanggah. Lokasi ini adalah tempat Ki Mayangkara tengadah mencari Dewi Naganingrum yang disembunyikan “Demit” daerah itu yang bernama Ki Buta Ijo.

Mata Air Mayangkara Sebenarnya dekat, hanya berjarak 20 meter dari lokasi sidekah kupat, tanam kendi tabur bunga dan gantungkan kupat, cuma karena takut terjadi hal yang diluar dugaan dia tidak berani membawa tamu (lim)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :