Iklan
Categories: Cilacap

Lepas Ayam Putih dan Tabur Bunga Iringi Prosesi Sidekah Kupat

CILACAP-Pada acara adat sedekah kupat Rebo Wekasan (Rabu yang terakhir dibulan Safar) di Dusun Sukanegara Desa Hanum,diisi pula dengan ritual mensucikan mata air di area hutan dan melepaskan ayam putih dekat sarang harimau yang dikenal warga dengan maung sikupluk. Lokasi ritual di Hutan Mayangkara,yang merupakan batas Desa Hanum dan Desa Tambaksari.

Ada 17 mata air yang menjadi tempat prosesi, smeua dilakukan oleh juru kunci. Mata air ini mengalir ke Sungai Citanggah, Mayangkara dan Cipariuk yang nantinya bersatu dengan Cibaganjing. Sedangkan dua sarang harimau berada di atas air terjun Cipariuk dan di bawah air terjun yang berada di tengah hutan.

Ketua lembaga Adat Desa Hanum Ceceng Rusmana mengatakan pada saat Rebo Wekasan selain menggelar sedekah kupat juga melaksanakan ritual menggantungkan kupat di sarang harimau sikupluk dan mensucikan 17 lokasi sumber mata air dengan menaburkan kembang tujuh rupa serta ditanami kendi air supaya airnya terus mengalir dan tidak mengandung penyakit . Pada ritual kali ini karena juru kunci Ki Danya sedang sakit maka ritual diwakili anaknya

Ceceng menjelaskan ritual melepaskan ayam putih di hutan itu berhubungan dengan pantangan laranganan masuk ke hutan. Masyarakat tidak boleh mengambil hasil hutan setelah acara sedekah kupat sampai dilaksanakannya sedekah gunung di bulan Mulud.

“Konon sebelum dilaksanakan Sidekah Gunung adalah sepenuhnya milik penghuni hutan. Masyarakat dilarang mengambil pakis sayur, bambu, kayu di hutan. Termasuk pula larangan mulai membuat rumah atau kandang ternak,bahkan larangan memotong rambut dan kuku,” ujarnya

Kedua tradisi tersebut juga untuk mengenang peristiwa sejarah pada era Ciung Wanara yang terjadi di lokasi tersebut.

Kepada Banyumas Ekspres Ceceng menceritakan ayam putih betina di sarang Harimau itu sebagai simbol untuk mengenang sejarah Dewi Naganingrum yang tidak bersalah di fitnah kemudian dibuang ke Hutan Mayangkara yang penuh binatang buas termasuk harimau, hingga akhirnya di temukan oleh anaknya Raja Ciung Wanara.

Hutan Mayangkara sekarang berlokasi di Wilayah Desa Hanum dan Gunung Geulis,termasuk Sungai Citanggah. Lokasi ini adalah tempat Ki Mayangkara tengadah mencari Dewi Naganingrum yang disembunyikan “Demit” daerah itu yang bernama Ki Buta Ijo.

Mata Air Mayangkara Sebenarnya dekat, hanya berjarak 20 meter dari lokasi sidekah kupat, tanam kendi tabur bunga dan gantungkan kupat, cuma karena takut terjadi hal yang diluar dugaan dia tidak berani membawa tamu (lim)

Iklan
Share
Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Recent Posts

  • Banyumas

KKN Unsoed Dorong Perubahan Perilaku Dan Penanganan Dampak Covid 19

PURWOKERTO - Ketua LPPM Unsoed Prof Dr Rifda Naufalin menjelaskan, KKN mahasiswa Unsoed diselenggarakan secara hybrid,… Read More

1 jam ago
  • Banyumas

Muspika Pekuncen Beserta Dinas Perikanan Banyumas Tebar 10.000 Benih Ikan

BANYUMAS– Koramil 15/Pekuncen, pemerintahan kecamatan Pekuncen dan pemerintahan desa Petahunan bekerjasama dengan dinas perikanan kabupaten… Read More

9 jam ago
  • Banyumas

Bapas Kelas II Purwokerto Santuni Warga Terdampak Covid 19

PURWOKERTO - Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) kelas II Purwokerto juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat… Read More

9 jam ago
  • Banyumas

Sidang Perdana Terhadap RS Siaga Medika Ditunda,Pihak Yayasan Tidak Hadir

BANYUMAS - Sidang perdata gugatan perbuatan melawan hukum dan tuntutan ganti rugi antara Aris Santoso… Read More

9 jam ago
  • Banjarnegara

Banjarnegara Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

BANJARNEGARA - Pemkab Banjarnegara mendapat penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan… Read More

9 jam ago
  • Cilacap

Pertamina Cilacap Kembali Bersama Forkopimda Gelar Vaksinasi Covid-19

CILACAP - Dalam rangka mencapai target sehat untuk seluruh masyarakat dan menekan kasus Covid-19, kilang… Read More

11 jam ago
Iklan