Lestarikan Budaya, Pekerja Muda Kilang Pertamina Cilacap Antusias Mainkan Musik Gamelan

 Lestarikan Budaya, Pekerja Muda Kilang Pertamina Cilacap Antusias Mainkan Musik Gamelan

Pekerja Pertamina RU IV Cilacap yang tergabung dalam Bapor cabang Seni Gamelan ‘Laras Patra’ tengah memainkan gamelan. (Istimewa)

CILACAP – Sanggar karawitan di komplek gedung Persatuan Wanita Patra (PWP) Komperta Gunung Simping, Cilacap kini terasa makin semarak. Maklum, alunan gending-gending Jawa, setiap Selasa dan Jumat malam selalu hadir.

Alunan gending ini bukan rekaman, tetapi langsung dari seperangkat gamelan yang dimainkan sejumlah pekerja Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang tergabung dalam Badan Pembina Olahraga (Bapor) cabang Seni Gamelan ‘Laras Patra’.

Suara kendang disambut ketukan ritmis saron dan demung berpadu ketukan bonang dan gambang, serta sesekali pukulan gong menghasilkan harmonisasi langgam Jawa seperti Caping Gunung, Ricik-ricik, dan lain-lain. Suasananya bak pertunjukan gamelan yang kerap tampil di berbagai perhelatan.

Pekerja Pertamina RU IV Cilacap yang tergabung dalam Bapor cabang Seni Gamelan ‘Laras Patra’ tengah memainkan gamelan. (Istimewa)
Pekerja Pertamina RU IV Cilacap yang tergabung dalam Bapor cabang Seni Gamelan ‘Laras Patra’ tengah memainkan gamelan. (Istimewa)

Yang menarik di antara para pemain gamelan yang selama ini identik dengan usia lanjut, ada beberapa diantaranya dari kelompok milenial yang tak canggung bergabung. Salah satunya Buchori Nur Alifian dengan lincah memainkan bonang panerus menyelaraskan perangkat gamelan lain.

“Dari kecil sudah suka gamelan, waktu SD ikut ekskul karawitan, SMP dan SMA ikut lomba,” kata pria 20 tahun itu.

Dia mengaku sangat beruntung, ketika mengetahui adanya grup karawitan Laras Patra yang mengakomodir para penghobi seni gamelan di Pertamina RU IV.

“Senang sekali, karena memang saya pribadi sudah sangat menjiwai bermain gamelan,” imbuh pekerja asli kelahiran Yogyakarta itu.

Bagi Buchori, usia muda bukan menjadi penghalang memainkan perangkat gamelan.

“Tentu saja tidak canggung, justru bangga bisa ikut nguri-uri kebudayaan leluhur. Harapan saya grup Laras Patra ini tetap eksis dan menjadi sarana bagi generasi milenial mengenal kebudayaan asli Jawa, khususnya gamelan,” ujarnya.

Wakil Koordinator Laras Patra, Joko Rusmantoro menuturkan sejak dihidupkan kembali pada awal 2020, animo pekerja untuk bergabung dengan grup Laras Patra cukup antusias. “Sampai saat ini tercatat 40 anggota, yang terdiri dari pekerja maupun mitra kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, selain menjadi upaya melestarikan kebudayaan Jawa, kegiatan karawitan di Laras Patra juga menjadi media stress release di masa pandemi.

“Anjuran dari GM Pertamina adalah terus meningkatkan imun di masa pandemi. Berkegiatan seni gamelan ini salah satunya, dengan menjaga perasaan tetap bahagia bisa meningkatkan imun,” ungkapnya.

Melalui kegiatan seni di Laras Patra ini para pekerja diharapkan bisa menyumbangkan pikiran dan tenaga seoptimal mungkin demi kemajuan perusahaan.

“Bahwa kemajuan perusahaan itu tidak bisa lepas dari maintenance sisi jasmani maupun rohani para pekerja sebagai sumber daya manusianya. Penyaluran hobi adalah hal menyenangkan dan membahagiakan, semoga turut berkontribusi baik bagi perusahaan,” pungkasnya. (gin)

CAPTION : Pekerja Pertamina RU IV Cilacap yang tergabung dalam Bapor cabang Seni Gamelan ‘Laras Patra’ tengah memainkan gamelan. (Istimewa)

Beri komentar :
Share ya :

Banyumas Ekspres

Selalu Ada yang Baru Setiap Hari

Artikel terkait :