Mantan Kades Jeruklegi Wetan Divonis Tiga Tahun Penjara

 Mantan Kades Jeruklegi Wetan Divonis Tiga Tahun Penjara

CILACAP – Satu lagi Kepala Desa dihukum gara-gara terjerat kasus tindak pidana korupsi penyelewengan dana desa. Kali ini Muslimin, mantan Kades Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi periode 2013-2019, dijatuhi vonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada 14 Januari 2020 lalu.

Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang menuntut hukuman 3,5 tahun penjara kepada terdakwa.

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Aloysius Priharnoto Bayuaji, menyatakan, terdakwa terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 31 tahun l999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor : 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 31 tahun l999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Majelis Hakim menghukum terdakwa Muslimin dengan hukuman tiga tahun penjara. Selain itu terdakwa dikenakan denda Rp 50 juta subsider satu bulan.

Mantan Kepala Desa (Kades) Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi periode 2013-2019 itu juga harus membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 583.913.559,61 subsidair satu tahun penjara.

Dalam uraiannya, majelis hakim menyatakan Muslimin terbukti korupsi dana desa tahun 2017 tahap II. Berdasarkan data, jumlah dana yang diselewengkan terdakwa sebesar Rp 583 juta lebih.

Senilai Rp 583 Juta

Hasil pemeriksaan, dana yang diselewengkan Muslimin digunakan untuk kepentingan pribadi. Akibat tidak digunakan sesuai peruntukan, negara telah dirugikan Rp 583 juta lebih.

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Cilacap, Arif Nurhidayat menuntut terdakwa Muslimin hukuman tiga tahun enam bulan penjara dikurangi masa tahanan. Selain itu terdakwa dikenakan denda sebesar Rp. 50.000.000, subsidair satu bulan. Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 583.913.559,61 subsidair satu tahun penjara.

Atas putusan tersebut, JPU mengaku pikir-pikir. Sedangkan terdakwa Muslimin mengaku menerima.

Seperti diketahui, pada awal Januari 2018 Polres Cilacap berhasil membongkar dugaan korupsi dana desa di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi. Tersangka adalah kepala desa (Kades) Jeruklegi Wetan, Muslimin.

Selain sebagai tersangka korupsi, saat itu Kades Jeruklegi Wetan yang menjabat kedua kalinya dan masih aktif tersebut juga diduga terlibat dalam peredaran uang palsu (upal). Sebab, saat memberikan tunjangan kepada Ketua RT dan RW menggunakan uang palsu. Uang palsu tersebut digunakan untuk menutup penyelewengan dana desa. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :