Pengawasan Hewan Kurban Libatkan Perangkat Desa

 Pengawasan Hewan Kurban Libatkan Perangkat Desa

PASANG LABEL : Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner bersama Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan memasang label sehat pada sapi milik peternak yang telah diperiksa. (Wagino)

CILACAP – Jelang Idul Adha 1441 Hijirah, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap meningkatkan intensitas pengawasan terhadap hewan ternak yang bakal dijadikan kurban. Pengawasan itu dilakukan baik dengan secara langsung pada kondisi ternak di Cilacap, maupun memantau arus lalu lintas ternak. Sejumlah perangkat desa pun dilibatkan untuk memantau ternak tersbeut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Suharyono, mengatakan meski permintaan hewan kurban seperti sapi dan kambing diperkirakan menurun akibat pandemi COVID-19, namun peningkatan pengawasan ternak tetap ketat. Tujuannya agar tidak kecolongan ada ternak yang tidak sehat beredar.

Dikatakan pengawasan dilakukan dengan mendatangi langsung ke sentra peternakan rakyat yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Sementara untuk pengawasan lalu lintas hewan ternak dilakukan di pasar hewan serta penggiatan pos pengawasan ternak di wilayah perbatasan.

“Kita sudah mulai melakukan pengecekan terhadap peternak sejak sepekan terakhir. Tim pemeriksaan hewan kurban terdiri dari dokter hewan sebanyak lima orang, paramedik veteriner sebanyak delapan orang dan sarana peternakan sebanyak empat orang,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Suharyono disela-sela memeriksa hewan kurban di peternakan sapi milik warga Jalan Salam, Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, Selasa (28/7).

Sebar Label Sehat Pada Ternak

Pengecekan kesehatan hewan ternak untuk kurban ini akan dilakukan sampai H-1 hari raya kurban. Setelah dilakukan penyembelihan hewan kurban tersebut juga masih dilakukan pengecekan kelayakan daging dan bagian dalam, untuk mengetahui layak konsumsi atau tidak.

Menurutnya, sampai saat ini, pemeriksaan kesehatan masih dilakukan pada hewan yang ada pada peternak-peternak. Akan tetapi, lanjut dia, nantinya biasanya akan bermunculan penjual hewan kurban dadakan yang membuka lapak-lapak dipinggir jalan. Hewan kurban yang dijual para pedagang dadakan ini juga tidak luput dari pemeriksaan kesehatan hewan yang dijualnya.

“Tidak seperti tahun sebelumnya, saat ini lapak baru ada satu dua, nanti kita juga akan keliling untuk mengecek kesehatan dari hewan yang dijualnya. Kecuali jika ada yang membeli dari luar kota dan dibawa pada sore hari ke Cilacap untuk dijadikan kurban,” katanya

Pemeriksaan ini melibatkan petugas lapangan dan perangkat desa mencapai 160 orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, dan tersebar di seluruh Kabupaten Cilacap.

“Tim akan melakukan pemeriksaan dari luar, biasanya dokter hewan sudah bisa melihat tanda-tanda yang diderita oleh hewan itu. Penyakit yang sering ditemukan seperti demam tiga hari, tapi kalau dengan cepat tertangani, penyakit ini juga bisa disembuhkan,” ujarnya.

Sementara Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Slamet Tugino menambahkan, hingga Selasa (28/7) pihaknya telah menyiapkan 2.400 lembar label sehat untuk calon hewan kurban.

“Hewan kurban yang telah diperiksa dan dinyatakan sehat diberi label sehat,” terangnya.

Dia menyebutkan, data sementara sampai saat ini pemeriksaan hewan ternak sudah menyasar di 26 tempat penjualan yang tersebar di empat wilayah meliputi Kesugihan, Jeruklegi, Cilacap Tengah dan Cilacap Utara yang meliputi 1.013 ekor sapi, lima ekor kerbau, 316 ekor kambing dan 257 ekor domba.

Rinciannya, Kesugihan dua pedagang 70 ekor sapi, Distrik Jeruklegi lima pedagang 197 ekor sapi 123 ekor kambing dan 205 ekor domba. Cilacap Utara 10 pedagang 329 sapi 133 ekor kambing dan 40 ekor domba. Cilacap Tengah enam pedagang dengan 414 ekor 54 ekor kambing dan lima ekor domba.

“Jumlahnya bisa bertambah mengingat belum semua data pemeriksaan masuk. Hanya saja kemungkinan jumlahnya diprediksi menurun jika dibanding tahun sebelumnya, karena dampak pandemi COVID-19,” rincinya.

Ditambahkan, kebutuhan jumlah hewan kurban tahun 1440 H / 2019 M) meliputi sapi sebanyak 4.561 ekor, kambing 12.617 ekor dan domba sebanyak 642 ekor. Total keseluruhan 17.820 ekor. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :