Pengelolaan Potensi Wisata Cibinuang Diperebutkan, Kedua Kelompok Dipertemukan

 Pengelolaan Potensi Wisata Cibinuang Diperebutkan, Kedua Kelompok Dipertemukan

MUSYAWARAH: Asper BKPH Wanareja Henry Kristiawan SH didampingi Forkompimcam saat melakukan musyawarah terkait Pengelolaan Potensi Wisata Cibinuang Gunung Geulis Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja, Rabu (23/6)/TASLIM INDRA

WANAREJA-Sekelompok organisasi pemuda dari Dua Desa Tambaksari dan Desa Majingklak di Kecamatan Wanareja berselisih menginginkan menjadi pengelola Wisata Hutan Pinus Perhutani Cibinuang Gunung Geulis.

Potensi Wisata Cibinuang yang tengah ramai dikunjungi wisatawan memang berada disekitar wilayah kedua Desa tersebut. Sehingga keduanya merasa berhak dalam pengelolaan. Untuk menghindari konflik, kedua kelompok sudah dipertemukan, tetapi belum capai kata sepakat.

Camat Wanareja Drs Muhammad Najib MSi dalam penyampaiannya mengatakan musyawarah dilakukan untuk mencari Titik temu persoalan yang di selisihkan dengan membuka ruang untuk saling menyampaikan persoalan maupun pendapat sampai menuju kesepakatan bersama.

“Musyawarah ini bukan membahas persoalan yang lalu tapi membuat titik temu Kesepakatan bersama terkait keinginan yang dipersoalkan masing-masing dengan berfikir jernih untuk kemanfaatan bersama.”Tegasnya.

Dijelaskan Pihaknya sangat senang dan mendukung dengan adanya Cibinuang sebagai ojek wisata karena nantinya sangat berdampak juga dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa sekitarnya.

Namun Demikian semua harus menyadari bahwa lokasi tersebut merupakan milik Perhutani sehingga bila ingin mengelola harus mengikuti aturan maupun perizinan dari pihak yang memiliki kewenangan pemilik lahan.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Wanareja AKP. Budhi Suryanto,SH,MH menegaskan Cibinuang merupakan lahan milik perhutani dalam dalih apapun termasuk pengusaan pengelolaan tidak dapat dibenarkan semua merupakan kewenangan Pihak Perhutani dan tidak bisa diputuskan secara sepihak semua mekanisme ada di Perhutani.

Namun Demikian Perhuatani juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama dengan masyarakat dalam Pengelolaan hutan termasuk pengembangan Potensi Wisata Cibinuang.

Di tegaskan Legalitas Cibinuang adalah berada dilahan Perhutani dan siapapun tidak boleh menggunakan atau membangun maupun mengelola lahan tersebut tanpa seizin formal dari Perhutani.

“ Silahkan mengikuti proses sesuai mekanisme yang dimiliki Perhutani,buat kesepakatan bersama kemudian diajukan,” terang Kapolsek.

Sementara itu Asisten Perhutani (Asper) BKPPH Wanareja Henry Kristiawan,SH dalam tanggapannya menyampaikan pada prinsipnya pihak perhutani tidak menutup kemungkinan untuk melakukan membuka kerjasama.

Selama ini Kerjasama yang dilakukan melalui Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan Prinsip untuk Pelestarian Hutan termasuk Pembedayaan Potensi Wisata.

“Sejauh untuk Pelestarian Hutan dan Kesejahteraan masyarakat sekitar Desa Hutan Perhutani pasti mendukung yang penting bukan pada kawasan hutan Produksi dan Kawasan Perlindungan Setempat nanti ajukan Ke KPH,” pungkasnya.(lim)

Beri komentar :
Share ya :

Anas Masruri

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :