Perahu Terbalik Saat Pulang Melaut, Satu Nelayan Hilang

 Perahu Terbalik Saat Pulang Melaut, Satu Nelayan Hilang

PENCARIAN : Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang setelah perahu yang ditumpangi dihempas gelombang tinggi di perairan Jetis, Nusawungu. Pencarian dengan menyisir bangunan pemecah gelombang. (Istimewa)

NUSAWUNGU – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Jetis, Kecamatan Nusawungu yang diduga akibat dihempas gelombang tinggi. Setelah sepekan sebelumnya seorang pengunjung asal Banyumas tewas setelah hilang terseret gelombang, kali ini menimpa sebuah perahu nelayan asal Kebumen. Perahu terbalik saat hendak melaut, satu nelayan selamat dan satu lainnya hilang.

Informasi yang berhasil dirangkum Banyumas Ekspres, korban hilang diketahui bernama Yasikin (30), warga RT 03 RW 03 Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Sementara korban selamat adalah Pasimin (58), warga Desa Kalipoh RT 07 RW 02 Kecamatan Ayah, Kabupatem Kebumen.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya membenarkan adanya kecelakaan laut di perairan Jetis, Nusawungu. Pihaknya mendapat informasi dari SAR Jetis pada Sabtu (11/7) malam pukul 22.00 WIB. Dimana telah terjadi kecelakaan perahu nelayan di perairan Jetis tepatnya pada koordinat 07° 43′ 27.00″ S 109° 23′ 12.65″ E.

“Kecelakaan terjadi pada Sabtu (11/7) pukul 20.30 WIB,” kata Nyoman Sidakarya, Minggu (12/7).

Nyoman mengungkapkan, kejadian bermula ketika malam itu korban hendak kembali dari melaut. Namun, lanjut dia, perahu yang mereka tumpangi terhantam ombak besar. Hantaman ombak menyebabkan perahu terbalik dan nelayan tercebur ke laut. Satu orang berhasil menyelamatkan diri atas nama Pasimin dan satu orang atas nama Yasikin masih dalam pencarian.

“Kita langsung memberangkatkan satu regu untuk berangkat ke lokasi kejadian beserta dua unit Rescue Car, APD COVID 19 dan peralatan SAR air serta peralatan pendukung lainnya untuk bergabung bersama potensi SAR yang sudah terlebih dulu melakukan koordinasi awal terkait rencana pencarian,” ungkapnya.

Dikatakan, hingga Minggu (12/7) sore, upaya pencarian korban belum membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan esoh hari, karena pencarian malam tidak direkomendasikan.

Ditambahkan, unsur SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian korban terdiri dari Basarnas (KPP) Cilacap, Polairud Kebumen, Polsek Nusawungu, Koramil Nusawungu, SAR Jetis, SAR Lawet Perkasa, TPKL Jetis, Cilacap Rescue, Bagana dan warga sekitar. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :