Petani Desa Cigintung Keluhkan Kondisi Irigasi

 Petani Desa Cigintung Keluhkan Kondisi Irigasi

TRADISIONAL Saluran irigasi di Are Persawahan di Blok Cipaok 2 masih tradisional menggunakan sarana bambu untuk mengairi sawah dari hulu sungai Cipaok Dusun Cipaok Desa Cigintung Kecamatan Wanareja.Selasa (30/6)/TASLIM INDRA

WANAREJA – Sejumlah Petani di Desa Cigintung Kecamatan Wanareja mengaku prihatin dengan kondisi irigasi sawah di blok Cipaok 2 Dusun Cipaok. Petani masih mengandalkan pengairan secara tradisional.

Saluran irigasi masih menggunakan menabong atau bambu yang terhubung ke aliran hulu sungai Cipaok. Jaraknya cukup jauh dan dibangun melalui swadaya petani area tersebut.

Sukarna (50) warga Dusun Cipaok Desa Cigintung, mengatakan petani di wilayah itu sudah puluhan tahun menantikan adanya perhatian dari pemerintah terkait kebutuhan sarana irigasi. Sebab kondisinya memprihatinkan.

“Selama ini kami terus terbebani masalah keterbatasan sarana irigasi untuk mencukupi kebutuhan pengairan sawah, supaya hasil panen padi maksimal,” ungkapnya, Selasa (30/6).

Oleh karena itu dia berharap pemerintah merealisasikan pembangunan sarana irigasi secara permanen. Menurutnya bila sarana pengairan sudah maksimal, petani bisa fokus melakukan pola tanam dan pengolahan lahan. Mereka juga bisa meningkatkan produktivitas pertanian serta melakukan pemeliharaan irigasi agar tidak cepat rusak.

Kepala Desa Cigintung Dedi Jasman mengatakan selama ini petani untuk mengairi sawah memanfaatkan sungai Cipaok melalui saluran dari bambu yang di sambung-sambung sekitar 500 meter lebih agar air sampai ke sawah mereka. Meski mampu mengairi sawah namun kondisi saluran dari bambu yang kurang maksimal juga berdampak pula pada kuantitas distribusi pembagian pengairan di area tersebut.

Untuk mengatasi persoalan yang dikeluhkan petani Pemerintah Desa Cigintung tahun lalu sudah mengajukan proposal pembangunan bendungan dan irigasi ke dinas terkait agar petani tidak kesulitan lagi air. Namun hingga kini belum ada realisasi.

“Blok Cipaok 2 dengan luas 50 hektar sama sekali belum pernah tersentuh pembangunan irigasi permanen maupun damparit. padahal sangat dibutuhkan dan dinantikan petani,berharap ada Perhatian dari Pemkab Cilacap dan Dinas terkait agar bisa merealisasikannya.”Pungkasnya.

Dikatakan jika terealisasikan petani tidak akan mengalami kesulitan airdalam mengolah maupun mengairi sawah sehingga akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian.(lim).

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :