Polres Cilacap Menggelar Tes Rapid dan Swab Massal

 Polres Cilacap Menggelar Tes Rapid dan Swab Massal

TES SWAB : Kapolres Cilacap menjalani pemeriksaan swab di aula Patriatama. (Istimewa)

CILACAP – Sebagai upaya mendeteksi dan antisipasi penyebaran COVID-19, Polres Cilacap menggelar tes rapid dan swab secara massal. Sedikitnya 143 personil Polres Cilacap dan jajaran menjalani pemeriksaan.

“Ada sekitar 143 personil Polres Cilacap dan jajaran diperiksa rapid dan swab. Tes rapid dan swab ini dilakukan untuk mendeteksi penyebaran COVID-19 dan mengantisipasi secara dini penyebaran virus corona terhadap anggota Polri di Lingkungan Polres Cilacap dan jajarannya.” ungkap Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya disela-sela pelaksanaan rapid dan swab test di Aula Patriatama, Selasa (22/9).

Dengan diadakannya rapid dan swab kepada anggota Polres Cilacap dan jajarannya, diharapkan penyebaran COVID-19 dapat segera terdeteksi.

“Dan apabila ada anggota Polri yang positif COVID-19 dapat segera diambil langkah-langkah penanganan sesuai protokol kesehatan COVID-19 yang berlaku” tegasnya

Kapolres menghimbau agar semua dapat menerapkan dan melaksanakan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dimana hal tersebut sebagai sebuah adaptasi kebiasaan baru, yang harus diikuti.

“Selalu untuk menjaga diri sendiri dengan selau menggunakan masker kemanapun bepergian dan dikantor, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau selalu menggunakan handsanitizer, menjaga jarak atau social distaching, serta hindari kerumunan.” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf menyampaikan ada tambahan 13 kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Tambahan sebanyak itu berdsarkan hasil laboratorium periode 16-22 September ini.

“13 orang itu masing-masing satu orang beralamat di Kecamatan Karangpucung, Cimanggu, Adipala, Cilacap Tengah dan Cilacap Selatan. Kemudian masing-masing dua orang beralamat di Kecamatan Kroya dan Cilacap Utara. Dan empat orang beralamat di Kecamatan Kesugihan,” papar Sekda Cilacap dalam rilisnya, Selasa (22/9).

Selain itu, Sekda juga menyampaikan satu orang pasien suspek yang dinyatakan negatif COVID-19 yang beralamat di Kecamatan Wanareja.
Dalam kesempatan yang sama pihaknya juga menerima hasil laboratorium delapan orang yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19 sekarang dinyatakan sembuh.

“Delapan orang tersebut yakni masing-masing satu orang beralamat di Kecamatan Kawunganten, Kesugihan, Jeruklegi, Adipala dan Cilacap Selatan. Dan tiga orang beralamat di Kecamatan Maos,” rincinya.

Jadi, saat ini jumlah kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 169 orang dengan rincian 146 sembuh, 20 dalam perawatan dan tiga meninggal. Satu pasien terakhir yang meninggal berasal dari Desa Mergawati, Kroya. Sementara jumlah kasus suspek saat ini sebanyak tujuh orang dan kontak erat sebanyak 282 orang.

“Jika dihitung dengan persentase, maka angka kesembuhan COVID-19 di Kabupaten Cilacap adalah 86,4 persen, dan angka kematiannya adalah 1,8 persen,” pungkasnya. (gin)

 

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :