Tawarkan Anak di Bawah Umur, Mucikari Ditangkap Polres Cilacap

 Tawarkan Anak di Bawah Umur, Mucikari Ditangkap Polres Cilacap

TERSANGKA : Kapolres Cilacap menginterogasi tersangka dugaan prostitusi online yang mengeksploitasi anak dibawah umur. (Wagino)

CILACAP – Satreskrim Polres Cilacap berhasil membongkar bisnis prostitusi online yang menawarkan anak di bawah umur. Satu orang yang diduga menjadi mucikari berhasil diringkus.

Tersangka adalah ED alias Bunda, wanita berusia 29 tahun. Wanita dengan tubuh tambun ini adalah warga Kelurahan Tambakreja, Cilacap Selatan. Ia menjalankan prostitusi online dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp.

Ada dua korban yang masih dibawah umur dan selama ini dieksploitasi oleh ED untuk mengeruk keuntungan dengan menjual dua wanita muda kepada sejumlah lelaki hidung belang di wilayah Kota Cilacap.

Kapolres Cilacap AKBP Derry Agung Wijaya didampingi Kasat Reskrim AKP Onkoseno Gandiarso Sukahar mengatakan, kasus ini terungkap pada 30 Januari lalu saat Tim Halilintar sedang melakukan patroli di sekitar Jalan Kolonel Sugiono, Cilacap Selatan.

“Tim Halilintar menjumpai tersangka ED sedang nongkrong di pinggiran jalan. Karena gerak gerik ED yang mencurigakan, Tim Halilintar akhirnya menyambangi tersangka dan memeriksa HP,” jelas Kapolres Cilacap, Senin (17/2) sore.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, dari riwayat chat WA mengarah pada dugaan prostitusi online. Setelah diselidiki, kembali terungkap dua identitas korban ED di sebuah tempat indekos di sekitar Kelurahan Sidanegara, Cilacap Tengah. Dua bocah perempuan dibawah umur ini yang diduga menjadi korban kasus prostitusi online oleh ED.

“Dari hasil penyelidikan, pemeriksaan para saksi dan pengumpulan data serta bukti, diketahui jika ED memang sebagai mucikari bisnis terlarang ini,” ungkap AKBP Derry.

Disebutkan, modus yang dijalankan ED adalah dengan cara menawarkan korbannya melalui aplikasi WhatsApp kepada para lelaki hidung belang berikut gambar foto para korbannya. Tarif penawarannya sebesar Rp 500 ribu dengan pembagian korban mendapatkan Rp 300 ribu dan sisanya bagian untuk sang mucikari. Setelah disepakati, tersangka mengantarkan sendiri korbannya ke sebuah hotel yang telah menunggu lelaki hidung belang.

“Selain tersangka, barang bukti sebuah HP yang digunakan sebagai sarana disita. Kita masih terus kembangkan kasusnya, tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain. Tapi kita masih selidiki,” tandasnya.

Tersangka ED mengaku, uang hasil kejahatannya dibelanjakan HP dan diberikan kepada dua korbannya sebagai bentuk iming iming. Selanjutnya korban juga dijanjikan gratis tempat kos berikut kebutuhan hidup harian. Selain itu, ED juga mengaku baru menjalankan bisnis esek-esek tersebut selama satu tahun terakhir.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka ED dijerat Undang-undang tentang Pemberantasan tindak perdagangan orang dan Pasal 296 atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman 10 tahun pidana penjara. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres