Terapkan Protokol Kesehatan, Mahasiswa KKN UMP Bantu Posyandu di Desa Sindangsari

 Terapkan Protokol Kesehatan, Mahasiswa KKN UMP Bantu Posyandu di Desa Sindangsari

Mahasiswa UMP, melaksanakan KKN di Desa Sindangsari, Kecamatan Majenang. Mereka terlibat aktif membantu kegiatan Posyandu

CILACAP-Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tetap berjalan meski dalam massa pandemi Covid-19. Namun, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, setiap kelompok harus menjalankan protokol kesehatan.

 

Seperti yang dilakukan Mahasiswa KKN kelompok 10 Cilacap Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMP di Desa Sindangsari, Kecamatan Majenang. Saat dimulainya kembali posyandu, mahasiswa ikut terlibat aktif dalam pemeriksaan kesehatan balita dan ibu hamil.

Bagas Priyambodo selaku Ketua KKN 10 Cilacap mengatakan, dengan belum berakhirnya pandemi maka dalam pelaksanaan KKN ini sangat memperhatikan protokol kesehatan. Seperti cuci tangan menggunakan sabun yang telah disediakan, pengukuran suhu tubuh, dan jaga jarak minimal 1 meter.

Dalam tugasnya, kelompok KKN ini menggantikan ibu-ibu yang betugas di posyandu. Seperti pengecekan suhu tubuh, merapihkan antrian agar tetap jaga jarak, membantu timbang badan balita dan mendata balita. Serta membantu ukur tinggi badan, serta sebelum kegiatan membantu menyiapkan hal-hal yang di perlukan di posyandu tersebut.

“Dalam kegiatan KKN ini, juga dibimbing dan monitoring secara virtual oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Suryo Budi Santoso, SE M SA Ph D,” katanya.

Mahasiswa UMP, melaksanakan KKN di Desa Sindangsari, Kecamatan Majenang. Mereka terlibat aktif di kegiatan masyarakat, dengan menerapkan protokol kesehatan

Kepala Desa Sindangsari, Amid menjelaskan, kegiatan posyandu ini di lakukan setiap bulannya. Kegiatan posyandu sendiri untuk melayani balita, serta ibu hamil. Pada setiap pelaksanaannya dilakukan penimbangan berat badan, tinggi badan, pengukuran tensi, imunisasi, vaksinasi, pemberian makanan tambahan, dan edukasi kepada peserta posyandu.

“Kegiatan posyandu sempat terhenti selama beberapa bulan dikarenakan adanya pandemi Covid-19 dan baru di mulai pada tanggal 5 dan 6 agustus 2020 setelah new normal di berlakukan,” kata

Dalam masa pandemi ini, kegiatan posyandu berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang memadai. Ibu dan balita yang datang dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu, tersedia handsanitizer, dan menjaga jarak saat mengantri.

Sementara itu, Bidan Sri Sundari menghimbau bagi kepada masyarakat terutama kalangan ibu yang hendak ke posyandu untuk membawa sarung timbang sendiri. Hal tersebut juga sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru (new normal). (*/mas)

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :