Detektor Berbunyi, Ada Peserta CPNS Bawa Jimat Saat SKD

 Detektor Berbunyi, Ada Peserta CPNS Bawa Jimat Saat SKD

DISITA : Jimat yang diamankan dari salah satu peserta SKD penerimaan CPNS Kabupaten Cilacap formasi tahun 2019 yang dilaksanakan di UNY. (Istimewa)

YOGYAKARTA – Berbagai cara dilakukan agar peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) lolos seleksi, termasuk menggunakan cara yang berbau klenik saat pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD). Sejak hari kedua pelaksanaan SKD di UNY, panitia penerimaan CPNS Kabupaten Cilacap mendapati sejumlah peserta yang kedapatan membawa benda yang diduga jimat.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cilacap, Warsono, panitia penerimaan CPNS 2019 Kabupaten Cilacap telah membuat regulasi bahwa peserta seleksi SKD hanya diperbolehkan membawa kartu peserta ujian dan KTP asli. Sebelum memasuki ruangan, para peserta harus melewati pemeriksaan.

“Pemeriksaan peserta saat akan memasuki ruangan dua lapis, satu menggunakan metal detector dan pemeriksaan manual. Setiap peserta digeledah oleh petugas khusus, mulai dari pakaian sampai celana untuk memastikan tak ada yang membawa jimat dan benda terlarang lainnya saat pelaksanaan tes. Masing-masing peserta laki-laki dan perempuan diperiksa secara terpisah dengan jalur ruang masuk yang berbeda,” kata Warsono kepada Banyumas Ekspres, Kamis (6/2).

Hingga hari keenam pelakasanaan SKD, lanjut Warsono, ada beberapa peserta yang kedapatan membawa jimat.

“Ada beberapa peserta yang kedapatan membawa jimat, ada yang berupa semar dan benda lainnya. Mereka ketahuan membawa jimat saat melewati bagian Skrinning yang disimpan disaku celana. Padahal sesuai dengan aturan yang ada maka jimat yang dibawa oleh peserta tidak boleh dibawa ke ruang ujian,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu peserta asal Kabupaten Pengandaran yang kedapatan membawa jimat awalnya terlihat bingung saat ditanya petugas dan berusaha mengelak.

“Namun akhirnya mengaku, jika dirinya cuma ingin lulus CPNS,” ujar Warsono menirukan peserta pembawa jimat.

Sementara terkait peserta SKD yang tidak hadir, Warsono menyebutkan, hingga hari keenam pelaksanaan peserta yang tidak hadir sebanyak 375 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah, mengingat pelaksanaan SKD berlangsung hingga tanggal 10 Februari mendatang. Sedangkan yang hadir sebanyak 7.425 peserta.

“Yang tidak hadir dipastikan gugur, dan jumlhnya diperikaran bisa bertambah,” pungkasnya.

Berdasarkan data pada BKPPD Cilacap, jumlah peserta yang lolos seleksi dan berhak mengikuti SKD sistem CAT di UNY sebanyak 13.073 orang. Rinciannya, Formasi Cumlaude sebanyak 36 orang, Formasi Disaibiltas sebanyak 4 orang, Tenaga Teknis Fungsional sebanyak 364 orang, Tenaga Teknis Pelaksana sebanyak 4.622 orang, Formasi Umum Tenaga Kesehatan sebanyak 2.268 orang dan Formasi Umum Tenaga Pendidikan : 5.779 orang. (gin)

Beri komentar :
Share ya :

Banyumas Ekspres

Selalu Ada yang Baru Setiap Hari