Jokowi Dalam Angka

JAKARTA – Jelang 1,5 tahun kepemimpinan Jokow Widodo jilid 2, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi cukup baik. Yakni 65,4 persen. Sementara yang tidak puas mencapai 29,1 persen. Meski mayoritas merasa puas, namun ada beberapa segmen masyarakat yang cenderung besar ketidakpuasannya.

Diantaranya adalah warga Banten, Jakarta, Jawa Barat (42,4 persen menyatakan tidak puas), pendidikan tinggi (44,2 persen tidak puas), konstituen PKS (64,1 persen tidak puas), konstituen Gerindra (44,2 persen tidak puas) dan konstituen DEMOKRAT (46,1 persen tidak puas) serta simpatisan FPI (66,6 persen tidak puas), Muhammadiyah (50,2 persen tidak puas) serta organisasi kepemudaan (65,0 persen tidak puas)

Lembaga Parameter Politik Indonesia, merilis hasil surveinya. Sementara itu, kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin cenderung lebih rendah dengan angka kepuasan mencapai 50,8 persen. Sementara yang tidak puasan mencapai 43,8 persen.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Survei Indonesia Adi Prayitno lewat keterangan resmi kepada Fajar Indonesia Network menjelaskan, salah satu faktor yang membuat tingkat kepuasan terhadap kinerja wapres menurun adalah minimnya respon wapres.

“Terhadap beberapa isu yang belakangan cukup krusial terutama yang berkaitan dengan Islam politik. Status Ma’ruf Amin sebagai ulama tentunya membuat kelompok Islam memiliki ekspektasi cukup tinggi terhadap respon dan pembelaan wapres terkait isu yang beririsan dengan kelompok Islam,” papar Adi, Senin (22/2).

Selanjutnya, ada juga beberapa konerja yang disurvey. Misalnya bidang pembangunan infrastruktur (68,7 persen) menjadi aspek paling mendominasi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.

Kemudian, penyaluran bantuan sosial Covid-19 juga sudah dirasakan oleh mayoritas masyarakat sehingga mampu menjadi parameter tertinggi kedua dalam penilaian keberhasilan kinerja pemerintah (66,9 persen).

“Sementara tingkat kepuasan kinerja di bidang penegakan hukum menjadi yang paling rendah (49,7 persen). Rendahnya kepuasan di bidang penegakan hukum diakibatkan oleh persepsi penegakan hukum yang dirasa belum berkeadilan bagi segolongan masyarakat,” paparnya.

Kemudian ada juga sejumlah lembaga yang ikut disurvey. TNI masih menjadi lembaga dengan tingkat kepuasan tertinggi (86,0 persen), disusul KPK (64,9 persen), lalu MK diurutan ketiga (62,5 persen).

Sementara MPR-RI, DPR-RI, dan partai politik menjadi lembaga dengan tingkat kepuasan paling rendah di kisaran angka 50,0 persen. Sementara Lembaga Kepolisian, walaupun memiliki tingkat kepuasan mencapai 62,1 persn, namun yang tidak puas mencapai 31,8 persen.

“Sehingga berapa dibawah BPK & MA. Masyarakat Indonesia juga paling optimis terhadap perbaikan kinerja TNI ke depan (7,9), disusul lembaga kepresidenan (7,1) dan KPK (6,8). MPR, DPR-RI, dan partai politik menjadi lembaga yang mendapat skor optimisme terendah (dibawah 5,5),” ujarnya.

Sementara itu, ada juga Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang melakukan survei. LSI Kembali melakukan survei terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dari haril survei, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi mencapai 69,8 persen. Sementara itu, ada juga responden yang merasa kurang puas sebanyak 29,3 persen. Sisanya, yakni 0,9 persen tidak memberikan jawaban atau tidak tahu.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menjelaskan, meski demikian, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selama dua periode ini tak terlalu jauh, selalu berkisar di angka 60 hingga 70 persen.

Ia melanjutkan, selain tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi, Wakil Presiden mas’ruf Amin juga disurvei tingkat kepuasan masyarakatnya. Dari hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ma’ruf Amin berada di angka 56,1 persen. Sementara yang tidak puas sebanyak 40,9 persen.

“Mayoritas 69,8 persen merasa sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden. Sementara terdapat 29,3 persen yang merasa kurang atau tidak puas,” ujarnya, Senin (22/2).

Ia melanjutkan, ada tren kenaikan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi. Dia menyebut, dalam survei yang dilakukan pada Juli 2020, tingkat kepuasan terhadap Jokowi hanya di angka 65,2 persen.

Hanya saja, terdapat perbedaan cukup jauh antara kinerja presiden dengan wakilnya. Hasil “Tingkat kepuasan terhadap Jokowi yang menyentuh angka 69,8 persen sementara Ma’ruf Amin hanya 56,1 persen,” tandasnya. (khf/fin)

 18 total views,  2 views today

Beri komentar :