NHT, Tingkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa

 NHT, Tingkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa

Belajar tidak hanya menyenangkan tetapi harus mudah terserap oleh pelajar. Oleh karena itu, guru dituntut dapat mengelola kelas dengan strategi mengajar yang membangun pola pikir siswa. Strategi tersebut menyangkut model pembelajaran, metode belajar dan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi, situasi lingkungan dan materi ajar. Artinya, setiap model pembelajaran yang akan diterapkan harus menyesuaikan dengan keadaan siswa dan materi pelajaran.

Gagne (Ardiansyah, 2008:9) menyatakan bahwa untuk terjadinya belajar pada diri siswa diperlukan kondisi belajar, baik kondisi internal maupun external. Kondisi internal merupakan peningkatan memori siswa sebagai hasil belajar yang terdahulu. Kondisi eksternal meliputi aspek atau benda yang dirancang atau ditata dalam suatu pembelajaran. Ini bertujuan antara lain merangsang ingatan baru, memberikan kesempatan kepada siswa menghubungkan pengetahuan yang telah ada dengan informasi yang baru.

Tidak semua siswa mampu menerima dan memahami secara langsung suatu pengetahuan karena tingkat kemampuan yang berbeda. Apalagi tingkat kesulitan bahan ajar seperti matematika. Menurut sebagian siswa, matematika itu menakutkan karena rumit.

Prestasi belajar yang tidak memenuhi ketuntasan minimal menjadi indikator belum tercapainya kompetensi siswa. Data prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 Derik tahun pelajaran 2018/ 2019 menunjukkan hanya 4 dari 20 siswa (20%) yang tuntas belajar pada mata pelajaran Matematika, kompetensi dasar “Menjelaskan bangun ruang yang merupakan gabungan dari beberapa bangun ruang, serta luas permukaan dan volumenya”.

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan.

Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah. Salah satu model koopertif yang dapat membantu siswa untuk memahami materi berdasarkan beberapa penelitian yaitu Model NHT (Numbered Head Together).

Menurut Muhammad Nur (2005) model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada dasarnya merupakan sebuah variasi diskusi kelompok dengan ciri khasnya adalah guru hanya menunjuk seorang siswa yang mewakili kelompoknya tanpa memberitahu terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya tersebut

NHT merupakan kegiatan belajar kooperatif dengan 4 tahap kegiatan. Pertama, siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang. Setiap anggota kelompok diberi satu nomor 1, 2, 3, atau 4. Kedua, guru menyampaikan pertanyaan. Ketiga, berpikir bersama, siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban itu. Keempat, guru menyebut nomor (1, 2, 3, atau 4) dan siswa dengan nomor tersebut yang harus menjawab (Widdiharto, 2004:18).

Kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran yaitu siswa dibagi menjadi 4 kelompok dan masing-masing siswa dalam kelompok mendapatkan nomor urut. Guru memberikan tugas kelompok dan siswa diminta mengerjakan sesuai nomor urutnya masing-masing. Kelompok memutuskan jawaban yang paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban kelompoknya masing-masing. Guru menyebutkan nomor dan siswa dengan nomor tersebut diminta mewakili mempresentasikan jawaban kelompoknya.

Dampaknya adalah 17 dari 20 (85%) siswa kelas VI tuntas belajar Cara ini merupakan upaya yang sangat baik untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar pada mata pelajaran Matematika dengan komptensi dasar “Menjelaskan bangun ruang yang merupakan gabungan dari beberapa bangun ruang, serta luas permukaan dan volumenya”.

FAJAR AKHROM, S.Pd.SD.
Guru SD Negeri 1 Derik
Korwilcam Dikpora Susukan

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres