BUMDes Kalika Mandiri: Menumpuk Omset Secepat Roket

 BUMDes Kalika Mandiri: Menumpuk Omset Secepat Roket

KM Mart salah satu unit usaha BUMDes Kalika Mandiri Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang Purbalingga

BUMDes Kalika Mandiri  Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang Purbalingga Jateng belum genap setengah tahun meluncurkan KM Mart, unit usaha perdagangan  berbentuk mini market. Sejak berdiri Januari 2020 hingga pertengahan tahun 2020 KM Mart telah berhasil meraih omset penjualan atau transaksi yang fantastis.

Setiap bulannya selalu mengalami peningkatan omzet  penjualan. Sejak awal launching setelah mengalami restrukturisasi dan reformulasi usaha, Kalika Mandiri yang bergerak di unit penjualan Sembako (sembilan bahan pokok) terus melakukan inovasi usaha dan pemasaran.

Jajaran Direksi BUMDes Kalika Mandiri dan Karyawan

Adaptasi Pasar

Zaman berubah, kemampuan beradaptasi dengan pasar adalah keniscayaan. Itulah prinsip
Kalika Mandiri dalam mengembangkan usahanya. Konsep Warung Modern yang kemudian
diistilahkan dengan KM Mart, merupakan pilihan usaha yang tepat. Sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pasar, memiliki daya magnet tersendiri dalam menarik pembeli.

Sumarno selaku Direktur BUMDes kalika Mandiri menyebutkan, modal awal Kalika Mandiri yang dikucurkan dari desa cuma Rp 80 juta. Modal ini digunakan untuk membeli sarpras Rp 40 juta dan sisanya Rp 40 juta untuk membeli  sembako yang mau dijual. Dengan modal barang sembako senilai Rp 40 juta tersebut dipasarkan dengan tiga model.

Pertama dengan model eceran, kedua model grosir dan ketiga model delivery order (pesan antar alias jemput bola).

Walhasil, di bulan pertama berhasil meraih omzet sekitar Rp 30 juta, sekitar Rp 50 juta di bulan kedua, Rp 65 juta di bulan ketiga dan pada Mei 2020 berhasil mengumpulkan omzet sekitar Rp 200 juta, sebuah pencapaian usaha yang fantastik bak lejitan roket yang terus bergerak naik.

Belum lagi di bulan Mei mendapatkan kepercayaan untuk menjadi penyuplai sembako program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 1.533 paket kali Rp 200 ribu (sekitar Rp 300 juta) berhasil dikumpulkan dari JPS provinsi.

Jadi total omzet bulan Mei sekitar Rp 500 an juta. Untuk tahap kedua program JPS Provinsi
mendapat kepercayaan lagi dengan pesanan paket sejumlah 1962 paket, dengan nilai total sekitar Rp 390 juta lebih.”Sehingga bila kami jumlah total omset sampai dengan tutup buku bulan Juli 2020 tembus ke angak Satu milyar lebih,” ujar Sumarno.

Sebuah Proses

Kalika Mandiri sebelum mengalami perkembangan seperti sekarang, telah beroperasi sejak 2017, dengan unit usaha sembako, jasa sewa alat pertanian dan saprotan, namun seperti pada umumnya BUMDes, tidak ada transaksi  optimal. Sehingga omzet pun jauh dari harapan. Bahkan menurut laporan pengurus yang diwawancarai, barang dagangan banyak yang sudah kadaluwarsa dan penjualannya sangat lambat. Sehingga tidak bisa menutup biaya operasional.

Pendamping Desa Pemberdayaan di wilayah Kecamatan Kaligondang Purbalingga, Setiyo Haryono

Waktu itu sekitar kurun waktu awal 2019 awal, pendamping desa telah memberikan semacam In service training bagi pengurus BUMDes, tapi yang ikut hadir kebanyakan dari unsur perangkat desa, karena kepengurusan Kalika Mandiri waktu itu kurang aktif.

Berdasarkan hasil monitoring operasional BUMDes yang tidak aktif tersebut, pendamping desa Kecamatan Kaligondang Setiyo Haryono, memberikan saran agar pemdes Segera melakukan revitalisasi dan reformulasi BUMDes. Dan gayungpun bersambut, Ayatno Kepala Desa Kalikajar sekitar bulan Oktober 2019 membentuk tim perumus BUMDes untuk merumuskan hal-hal strategis bagi perkembangan Kalika Mandiri tersebut.

Berawal dari rekomendasi

Terbentuknya tim perumus BUMDes adalah angin segar bagi masa depan Kalika Mandiri. Sejak dibentuk, tim perumus yang terdiri dari unsur masyarakat melakukan evaluasi dan kajian terhadap kondisi yang ada. Tim perumus begitu gigih dalam melaksanakan tugasnya. Dilakukanlah proses analisa SWOT untuk memotret, menganalisa dan merencanakan program strategis bagi Kalika Mandiri.

Atas bimbingan dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Ekonomi Desa (TA PED) Reza Harfi SE, yang telah menyusun modul pengkajian BUMDes, Setiyo Haryono pendamping desa pemberdayaan (PDP) dengan penuh semangat memfasilitasi proses pengkajian BUMDes sebelum kalika Mandiri melangkah lebih lanjut.

Pada sekitar akhir 2019 terbitlah buku rekomendasi hasil kerja tim perumus BUMDes kalika Mandiri, yang diserahkan kepada kepala desa untuk ditindaklanjuti. Buku rekomendasi tersebut menjadi rujukan bagi BUMDes untuk memilih jenis usaha dan model pengelolaannya, karena disusun berdasarkan kondisi riil dan analisa detail, sehingga memungkinkan berhasil sangat besar.

 Aktivitas Pengemasan JPS Provinsi di Bulan Mei 2020

Terus berbenah dan berinovasi

Tidak cukup pada pencapaian omzet yang kini meroket, Kalika Mandiri yang digawangi Pakar marketing sekaligus selaku Direktur Sumarno (Marno sambardi), terus melakukan terobosan baru, agar bisa dengan segera mencapai cita-cita sebagai desa Mandiri secara ekonomi. Kini kalika Mandiri mulai melirik beberapa usaha baru.

Perlu diketahui, masyarakat Desa Kalikajar saat ini telah mulai memenuhi kebutuhan sembako dari desanya sendiri, hampir sekitar 80an persen perputaran uang untuk kebutuhan sembako dipenuhi dari kalika Mandiri dan warung sekitar. Hal ini sesuai dengan teori Disrupsi Ekonomi yang pernah ditulis oleh Prof. Rheinland Kassali, Ph.D (Motivator dan Guru Besar Ekonomi UI), bahwa kunci kemakmuran desa adalah ketika ada perputaran uang yang masive di desa, atau desa bisa menarik uang dari masyarakat di luar desa.

Manajemen yang profesional

Selain visi yang briliant dan kepemimpinan yang teladan, kunci keberhasilan usaha adalah profesionalisme. Yakni terpenuhinya unsur akuntabilitas, transparansi dan responsibility, yakni ada tanggungjawab, keterbukaan pemenuhan hak dan kewajiban. Kalika Mandiri telah mempekerjakan 4 orang karyawan, yaitu 1 orang Manager Toko, staf administrasi, kasir dan satu lagi sebagai floor operation.

Rencana jangka menengah dan jangka panjang Bumdes Kalika Mandiri :

1. Membangun gedung mini market baru dan merencanakan pengambangan cabang
cabang baru
Mengembangakan sektor wisata terpadu
2. Membangun rest area Mertandaka yang terdiri dari Pertades, Mini Market, kuliner,
area bermain anak.
3. Merencanakan pembangunan Pasar desa.

Rencana tersebut memang tidak mudah, perlu kerjasama dari berbagai pihak. Tapi
kuncinya adalah kekuatan visi dan profesional profesionalisme kerja, didukung dengan
perencanaan dan anggaran yang matang. Semoga Kalika Mandiri mampu mewujudkan
cita-cita desa Mandiri melalui optimalisasi potensi ekonomi.(*)

Oleh: Setiyo Haryono

*)Penulis adalah Pendamping Desa Pemberdayaan di wilayah kecamatan Kaligondang purbalingga

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :