Penjual dan Pembeli Sabu Kembali Diringkus

 Penjual dan Pembeli Sabu Kembali Diringkus

BARANG BUKTI : Kabag Ops Polres PurbaIingga AKP Pujiono menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu dalam konferensi pers, Rabu (23/9).

PURBALINGGA-Setelah berhasil menggagalkan peredaran narkoba belum lama ini, terbaru Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Kali ini, penjual dan pembeli narkotika jenis sabu berhasil diamankan.

Kabag Ops Polres PurbaIingga AKP Pujiono dalam konferensi pers, Rabu (23/9) menyampaikan, ada dua tersangka yang diamankan. Yakni AP (32) Warga Desa Desa Jlegong, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung yang memiliki alamat lain di Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Satu tersangka lain yakni ZM (42) warga Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, PurbaIingga.

“Tersangka AP merupakan pemakai dan pengguna narkotika jenis sabu. Sedang ZM merupakan pemilik sabu yang menjual barang haram tersebut kepada AP,” kata Pujiono.

Kasus ini bermula dari pemantauan anggota Satresnarkoba Polres PurbaIingga terhadap AP. Saat diperiksa, ditemukan barag bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 0,46 gram berikut dua buah bong atau alat penghisap sabu.

Berdasarkan pengakuan tersangka AP, ia pertama kali menggunakan sabu beberapa tahun lalu saat bekerja di luar daerah. Akibatnya ia mengalami kecanduan dan terus mengkonsumsi sabu. Menurutnya tujuannya mengkonsumsi sabu untuk mendapat ketenangan.

“Dari penangkapan AP kemudian dilakukan pengembangan. Akhirnya kita bisa mengamankan ZM sebagai penjual sabu yang memasok barang kepada AP,” kata Pujiono didampingi Kasat Reserse Narkoba Iptu Mufti Is Efendi dan Kasubbag Humas Iptu Widyastuti.

Dari tersangka ZM diamankan barang bukti satu plastik klip transparan berisi narkotika jenis sabu seberat 0,30 gram, satu alat penghisap sabu, telepon genggam, pipet kaca, bungkus rokok dan korek api. Diamankan pula satu sepeda motor yang digunakan pelaku mengantar sabu kepada pembeli.

Berdasarkan pengakuan tersangka ZM ia mendapat narkotika jenis sabu dari penjual online yang tidak dikenalnya. Transaksi dilakukan dengan pembayaran transfer kemudian barang dikirimkan di suatu tempat. Setelah barang diambil, kemudian dijual kepada pembeli.

“Selain menjual sabu, tersangka ZM ini juga pemakai. Bahkan sabu yang dijualnya kepada AP ikut dikonsumsi bersama,” jelasnya.

Pujiono menambahkan kepada para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling singkat lima tahun serta paling lama 20 tahun penjara. (mas)

 

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :