Pocong Tertangkap Hanya Hoax, Sempat Hebohkan Warga di Bobotsari

 Pocong Tertangkap Hanya Hoax, Sempat Hebohkan Warga di Bobotsari

BIKIN HEBOH : Polisi rutin melakukan patroli karena heboh isu pocong.

PURBALINGGA -Kabar tertangkapnya pocong jadi-jadian di Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari pada Kamis (4/6) malam dipastikan tidak benar alias hoax. Orang yang ditangkap warga, ternyata warga setempat dan terjadi salah komunikasi.

“Hanya salah komunikasi saja. Warga yang kaget melihat ada orang yang berlari dari sebuah rumah kemudian diteriaki pocong. Padahal, orang yang diteriaki adalah warga setempat,” kata Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto, Jumat (5/6).

Dia menjelaskan, orang yang diteriaki pocong tersebut sempat dibawa ke Mapolsek Bobotsari, setelah ditangkap oleh warga. Namun, dilepaskan kembali karena tak terbukti orang tersebut adalah pocong jadi-jadian.

“Apalagi orang yang diteriaki pocong tersebut, tak menggunakan aksesoris pocong. Jadi hanya salah komunikasi saja, karena ketakutan ada isu pocong, warga yang melihat langsung spontan berteriak pocong melihat orang tersebut berlari dari salah satu rumah,” ujarnya.

Kapolsek kembali menegaskan, tak ada penangkapan pocong jadi-jadian di wilayah Kecamatan Bobotsari. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tak menyebar berita bohong terkait pocong jadi-jadian.

Dia menambahkan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tak terbawa isu pocong jadi-jadian. Namun, masyarakat diminta tetap waspada, karena isu pocong yang sedang marak tersebut, bisa dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pidana. Dia juga menegaskan, hingga saat ini isu pocong yang ada belum terbukti kebenarannya.

Sementara itu, video teror pocong bergentayangan yang menyebar di wilayah Kecamatan Kutasari dipastikan merupakan berita bohong alias hoax. Sebelumnya, sempat beredar video penampakan pocong di media sosial. Video tersebut diklaim diambil di wilayah Kecamatan Kutasari.

Kapolsek Kutasari AKP Agus Amjat Purnomo menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap video yang beredar. Video tersebut awalnya diunggah oleh seorang anak remaja. Ia mengaku mendapat video tersebut dari temannya dan membagikan video tersebut ke status WhatsApp.

“Pelaku yang sudah kita mintai keterangan. Dia mengakui bahwa video yang diunggah didapat dari temannya. Dia mengunggah video tersebut di status WhatsApp dengan caption yang menyebutkan dirinya melihat penampakan pocong saat sedang melakukan perjalanan ke Kutasari,” jelasnya, Jumat (5/5).

Dari hasi pemeriksaan diketahui motif pelaku mengunggah video tersebut hanya atas dasar iseng. Namun video yang ia bagikan tersebut telanjur menyebar ke masyarakat, bahkan hingga wilayah luar Kutasari. (tya)

Beri komentar :
Share ya :

Anas Masruri

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :