Terlilit Uang, Jual Pohon Jengkol Orang Lain

 Terlilit Uang, Jual Pohon Jengkol Orang Lain

TUNJUKAN BARANG BUKTI: Kapolsek Kutasari Polres Purbalingga AKP Agus Amjat Purnomo dalam konferensi pers di Mapolres, Jumat (2/10)

PURBALINGGA-Unit Reskrim Polsek Kutasari Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok jual beli. Pelaku penipuan berhasil diamankan berikut sejumlah barang buktinya.

Kapolsek Kutasari Polres Purbalingga AKP Agus Amjat Purnomo dalam konferensi pers di Mapolres, Jumat (2/10) mengatakan, kasus penipuan dilakukan oleh tersangka berinisial RF (34) warga Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari, Purbalingga. Sedangkan korbannya yaitu Yitno (35) warga Desa Meri, Kutasari.

“Modus penipuan yang dilakukan oleh tersangka yaitu dengan menjual pohon Alba dan pohon Jengkol kepada korban. Namun setelah disepakati harga dan dilakukan pembayaran ternyata pohon yang dijual bukan miliknya,” kata kapolsek.

Kapolsek menjelaskan bahwa peristiwa penipuan terjadi pada bulan Juli 2020. Saat itu tersangka menawarkan pohon Alba dan pohon Jengkol kepada korban. Setelah dilakukan pembayaran dan pohon akan ditebang, ternyata pohon itu milik orang lain.

“Akibat penipuan yang dilakukan pelaku, korban menderita kerugian sebesar Rp 6,5 juta,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan korban baru melaporkan kejadian tersebut pada 24 September 2020. Hal itu karena tersangka sebelumnya berjanji mengembalikan uang milik korban. Namun setelah empat kali mengingkari janjinya kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kutasari.

“Dari laporan korban kita langsung tindaklanjuti dengan mengamankan tersangka. Kita juga amankan barang bukti berupa kwitansi pembayaran jual beli pohon yang sudah dilakukan,” kata kapolsek.

Berdasarkan keterangan tersangka ia melakukan penipuan akibat memiliki banyak hutang. Uang hasil menipu korban, sebagian digunakan untuk membayar hutang dan sisanya digunakan untuk keperluan lain.

“Tersangka sudah kita amankan, kepadanya dikenakan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun,” pungkas kapolsek. (mas)

 

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :