LSM GMBI Mendatangi RSI, Bawa Pasien Operasi Bibir Sumbing

LSM GMBI Mendatangi RSI, Bawa Pasien Operasi Bibir Sumbing

BANJARNEGARA – LSM GMBI Banjarnegara mendatangi Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara. Kedatangannya membawa pasien bernama RP usia 12 tahun yang alami kelainan di bibir dan langir-langit mulut.

Pasien RP berasal dari Desa Karangtengah Wanayasa Banjarnegara. Mengalami bibir sumbing sejak lahir.

Rohyati ibunda RP menceritakan, anaknya belum pernah ditangani pihak medis terkait kondisi bibir dan area mulutnya.

Akibat kondisi yang dialami anak ketiganya ini, selama ini saat makan atau minum mengalami kendala. Termasuk untuk sekolah. Meski usianya 12 tahun RP tidak mengenyam pendidikan sebagaimana layaknya teman sebayanya.

“Kalau sekolah memang tidak sekolah. Tetapi sehari hari dia bermain normal dengan teman temannya, dia juga hobi main sepak bola,” kata Rohyati, Rabu 9 Februari 2022, saat berada di Poli Bedah RSI Banjarnegara.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang turut membantu proses pengobatan anaknya itu.

Ketua GMBI Distrik Banjarnegara Widiana Kartika mengatakan, pihaknya bersama anggotanya sebelumnya amenemukan kasus bibir sumbing ini.

“Kami mendapat informasi dari anggota dan warga terkait adik kita RP ini. Kami merasa terpanggil untuk mendampinginya. Kebetulan kami bekerjasama dengan RSI untuk perawatan medis adik kita ini,” kata Widiana Kartika.

Apa yang dilakukan tersebut merupakan upaya membantu masyarakat yang mengalami nasib kurang beruntung. Apa yang dilakukan hari itu, merupkan starting point untuk semakin membantu masyarakat lainnya.

“Pintu kerjasama dan informasi masalah kesehatan sudah terbuka dengan RSI Banjarnegara. Kedepan ketika ada masyarakat yang membutuhkan maka akan semakin mudah kita membantunya,” tambahnya.

Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujinto Msi Med SpB mengatakan, adanya LSM GMBI membantu pasien semacam ini, dirinya berterimakaih karena akan semakin banyak pihak yang bisa memberi edukasi kepada masyarakat kaitannya tindakan promosi dan pencegahan penyakit di masyarakat.

“Edukasi dan pencegahan masyarakat akan semakin baik kedepannya kalau elemen masyarakatnya banyak yang membantu. Semoga angka kesakitan di Bajjrnegara semakin turun,” katanya.

Terkait tindakan yang akan diberikan kepda pasien RP akan ditangani dirinya langsung bersama Tim Bedah Sentral RSI dan bersama dokter soesialis anak.

“Untuk tindakan operasi kemungkinan akan dilakukan beberap kali tahapan, tidak bisa satu kali. Semoga rekonstruksi bibir dan organ lainnya bisa dilakukan sesuai harapan,” tandasny. (nugroho)

Beri komentar :
Share Yuk !