Pengelolaan Sampah di Sekolah

 Pengelolaan Sampah di Sekolah

Secara umum pengertian sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomi. Sampah juga merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia  menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.  Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

Berdasarkan sifatnya  sampah dipisahkan menjadi dua yaitu:

Sampah organic  – dapat diurai ( degradable )

Sampah organic yaitu  sampah yang mudah  membusuk seperti sisa makanan , sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Sampah organic berasal dari sisa mahluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan  manusia untuk dapat terurai. Sampah organic bisa dikatakan sebagai sampah yang ramah lingkungan  bahkan sampah tersebut bisa diolah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi apabila sampah  tidak dikelola dengan benar, akan menimbulkn penyakit dan bau yang tidak sedap sebagai hasil dari  pembusukan sampah organic yang cepat.

Sampah anorganik – tidak terurai ( undergradable )

Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk , seperti plastic wadah pembungkus makanan , kertas, plastic mainan, botol / gelas minuman, kaleng, kayu dan sebgainya.   Sampah anorganik merupakan sampah yang sudah tidak terpakai lagi dan sulit terurai. Sampah anorganik yang tertimbun  dapat  menyebabkan pencemaran tanah karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun di dalam tanah dalam jangka waktu yang lama, ini bisa mengakibatkan rusaknya  lapisan tanah.

Sekolah merupakan tempat penddikan dan pembelajaran yang harus turut serta  dalam membentuk nilai-nilai karakter kehidupan. Salah satunya adalah peduli terhadap kebersihan lingkungan. Di sinilah  pembelajaran tentang pengetahuan pengelolaan sampah  bisa dilaksanakan baik melalui kegiatan  pembelajaran maupun ekstrakurikuler. Semua warga sekolah harus bersatu padu dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan demi  pelestarian  lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kesadaran semua warga sekolah tentang pentingnya pengelolaan sampah diharapkan mampu melahirkan budaya peduli terhadap  pengelolaan sampah di sekolah.

Sekolah sebagi tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar,  maka perlu diadakan perancangan pengelolanan sampah di sekolah, para siswa perlu dilibatkan secara aktif.

Pengelolaan sampah  sudah mulai dilakukan di sekitar kita, yaitu dengan menerapkan konsep pemilahan 3R. Sekolah sebagai wadah berkumpul orang banyak, termasuk guru dan siswa ikut pula menerapkan konsep tersebut.

3R yang dilakukan adalah (reuse) , mengguanakan kembali barang bekas untuk keperluan lain atau sama. Misalkan, menggunakan kembali  wadah yang sudah kosong untuk fungsi yang lain. Memakai kertas yang masih kosong  untuk keperluan menulis.

Sekolah menyediakan tempat sampah yang ditempatkan di titik-titik  yang mudah dijangkau oleh warga sekolah , Tempat sampah kertas, plastic, aluminium foil, organic sebagai tempat awal  memilah sampah.

Sampah yang masih bisa dimanfaatkan dipisah supaya bisa diaur ulang. Daur ulang adalah suatu cara mengelola sampah dengan  pemilahan, pengumpulan, pemrosesan  dan pembuatan produk sampai  bernilai guna lagi. Misalnya sampah anorganik bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan. (*)

Oleh

Phoespa Whyjaya Bhoedya, Guru SD Negeri Asinan Kalibening, Banjarnegara

Beri komentar :
Share ya :

Eko Utomo

Redaktur Banyumas Ekspres

Artikel terkait :